PATI, Lingkar.news – Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menyampaikan klarifikasi terkait kepulangan massa asal Pati lebih awal dari Jakarta setelah mengikuti aksi damai di depan Gedung DPR RI, Kamis (27/8/2026).
Klarifikasi tersebut disampaikan setelah sejumlah pengemudi ojek online (ojol) menyatakan kecewa karena massa AMPB disebut langsung meninggalkan Jakarta usai melakukan audiensi dengan Pimpinan DPR RI.
AMPB sekaligus menyampaikan permintaan maaf dan terima kasih kepada para pengemudi ojol serta masyarakat Jabodetabek. AMPB juga menegaskan telah menyampaikan ucapan terima kasih kepada para ojol yang membantu mengawal massa selama berada di Jakarta.
Korlap AMPB Paijan menjelaskan, keputusan menarik mundur massa Pati diambil setelah mereka melihat situasi di sekitar Gedung DPR RI mulai tidak kondusif.
“Untuk meluruskan ya teman-teman, kita setelah audiensi dari gedung DPR RI, kita melihat ada anarko dan kita mengumpulkan masyarakat Pati lima bus di depan mobil komando,” kata Paijan melalui media sosial.
Setelah massa berkumpul, mereka kemudian bergerak dari Gedung DPR RI menuju lima bus yang berada di kawasan Gelora Bung Karno (GBK).
Dalam perjalanan tersebut, rombongan AMPB berpapasan dengan para pengemudi ojol yang sebelumnya turut membantu mengawal massa.
Paijan mengatakan, AMPB berulang kali menyampaikan terima kasih kepada para ojol yang telah membantu melindungi dan mengawal rombongan.
“Setiap perjalanan kita mengucapkan ‘terima kasih bang ojol’ telah melindungi Mas Botok dan mengawal, membukakan jalan. Kita mengucapkan itu entah ratusan kali atau lebih, kita ulang-ulang terus, setiap kita ketemu bang ojol kita ulang-ulang terus,” ujarnya.
Ia meminta masyarakat tidak terpengaruh oleh narasi yang dinilai dapat memecah hubungan antara warga Pati dan komunitas ojol di Jakarta.
“Jadi, kita jangan mau dipecah belah dengan narasi-narasi. Kita tetap menjaga kerukunan, silaturahmi bersama teman-teman ojol di Jakarta. Mari kita mengucapkan terima kasih bang ojol,” katanya.
Perwakilan AMPB lainnya juga menyampaikan permintaan maaf kepada para pengemudi ojol apabila terdapat kekurangan selama massa Pati berada di Jakarta.
“Terima kasih bang ojol, kalian saudara kami, mohon maaf, kalau ada kekurangan warga Pati, kami minta maaf sebesar-besarnya. Kami dari AMPB dan warga Pati mengucapkan terima kasih,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator AMPB Supriyono alias Botok turut menyampaikan klarifikasi melalui akun Facebook resminya.
Botok mengucapkan terima kasih kepada para pengemudi ojol, masyarakat Jabodetabek, dan seluruh masyarakat Indonesia yang telah memberikan dukungan selama aksi damai pada 27 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, massa Pati terpaksa ditarik dari depan Gedung DPR RI karena situasi dinilai tidak kondusif. Menurutnya, AMPB sejak awal datang ke Jakarta untuk mengawal aspirasi masyarakat secara damai.
“Terima kasih kawan-kawan ojol, masyarakat Jabodetabek dan seluruh rakyat Indonesia atas dukungan dalam aksi damai 27 Agustus di depan DPR RI,” tulis Botok.
Ia juga meminta maaf apabila terdapat perkataan maupun perbuatan anggota AMPB yang kurang berkenan selama berada di Jakarta.
Botok menegaskan, AMPB tidak datang ke Jakarta dengan niat membuat kerusuhan. Ia menyebut massa Pati memilih mundur agar tidak terseret situasi yang dapat memicu kerusuhan dan mencoreng nama Pati.
Klarifikasi tersebut disampaikan AMPB untuk meredakan kesalahpahaman yang muncul terkait kepulangan massa Pati dari Jakarta.
Sebelumnya, sejumlah pengemudi ojol menyatakan kecewa terhadap keputusan massa AMPB yang memilih pulang setelah audiensi dengan Pimpinan DPR RI.
Perwakilan ojol, Melva Pardede, mengatakan para pengemudi ojol telah membantu mengawal massa AMPB selama berada di Jakarta, termasuk memberikan bantuan logistik.
Melva mengatakan para ojol merasa ditinggalkan ketika massa AMPB pulang, sementara kelompok massa lainnya masih berada di sekitar kompleks Parlemen Senayan.
“Kami marah besar, kecewa. Rekan saya di sini kecewa. Kalian belum selesai main pulang aja setelah dari dalam. Bagaimana nasib rekan saya saat kalian diciduk oleh aparat?,” katanya.
Melva dan sejumlah rekannya kemudian meminta AMPB menyampaikan permintaan maaf dalam waktu 1 kali 24 jam.
Mereka bahkan mengancam melarang massa AMPB kembali ke Jakarta apabila kembali menggelar aksi terkait RUU Perampasan Aset.
“Kalau kalian datang lagi karena belum disahkan RUU itu, jangan menginjak lagi Jakarta,” tandasnya.
AMPB berharap klarifikasi dan permintaan maaf tersebut dapat meredam kesalahpahaman sekaligus menjaga hubungan baik dengan komunitas ojol dan masyarakat Jabodetabek.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki













