JAKARTA, Lingkar.news – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Pemprov DKI) akan berkolaborasi dengan empat daerah penyangga guna menyediakan fasilitas parkir kendaraan pribadi untuk menggunakan transportasi umum atau park and ride.
Kebijakan ini ditujukan untuk menekan penggunaan kendaraan pribadi sekaligus mengurangi kemacetan di Ibu Kota.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menegaskan bahwa konsep park and ride sebaiknya tersedia dekat dengan permukiman warga di wilayah penyangga, bukan baru tersedia ketika kendaraan sudah memasuki Jakarta.
“Saya mengharapkan orang jangan dari rumah menggunakan kendaraan pribadi sampai masuk ke Jakarta baru menggunakan transportasi umum. Yang saya harapkan park and ride itu ada di dekat rumah masing-masing,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Kerja Sama dengan 4 Daerah Penyangga
Pramono mengatakan Pemprov DKI akan menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah di wilayah penyangga seperti Bekasi, Depok, Tangerang, dan Bogor.
Pramono menilai, apabila fasilitas park and ride tersedia di wilayah-wilayah tersebut, tingkat kemacetan di Jakarta dapat berkurang secara signifikan. Masyarakat bisa memarkir kendaraan pribadi di kota asal, lalu melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi publik menuju Jakarta.
Dorong Penyediaan Halte Transjabodetabek
Selain park and ride, Pramono juga berharap daerah penyangga dapat menyediakan halte Transjabodetabek yang nyaman dan representatif.
Ia menilai, selama ini beban penyediaan transportasi umum dan subsidi masih sepenuhnya ditanggung Jakarta. Karena itu, sinergi lintas wilayah menjadi kunci agar layanan publik lebih optimal.
“Saya hanya berharap haltenya bisa disiapkan juga yang baik. Supaya siapapun yang turun tidak kepanasan dan kehujanan,” ungkapnya.
Sebelumnya, Pramono juga menegaskan bahwa Transjabodetabek akan terus berjalan meski terdapat komplain tidak adanya halte di beberapa daerah penyangga.
Menurut Pramono, meningkatnya animo masyarakat terhadap Transjabodetabek merupakan sinyal positif bagi pengembangan transportasi publik lintas wilayah.
Namun, kondisi tersebut harus diimbangi dengan kesiapan sarana dan prasarana, khususnya di wilayah penyangga seperti Depok.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki













