JAKARTA, Lingkar.news – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres melakukan kunjungan resmi ke Indonesia selama tiga hari, Sabtu-Senin, 17-19 September 2026.
Kunjungan ini diagendakan untuk memperkuat kerja sama Indonesia dan PBB dalam sistem multilateral serta mengapresiasi kontribusi Indonesia dalam misi pemeliharaan perdamaian dunia.
“Sabtu dini hari (waktu New York) Sekretaris Jenderal PBB akan melakukan kunjungan resmi ke Indonesia,” kata Wakil Juru Bicara Sekjen PBB, Farhan Haq dalam pernyataan yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Selama kunjungan tersebut, Guterres akan memberikan penghormatan atas komitmen jangka panjang Indonesia dalam mendukung operasi pemeliharaan perdamaian PBB.
Gutteres dijadwalkan mengunjungi Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI untuk bertemu dengan personel Indonesia yang akan segera diberangkatkan dalam misi pemeliharaan perdamaian PBB di Republik Afrika Tengah, yakni United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic (MINUSCA).
Selain bertemu dengan personel yang akan bertugas, Sekjen PBB juga dijadwalkan meletakkan karangan bunga di tugu peringatan untuk mengenang 50 personel penjaga perdamaian Indonesia yang gugur saat menjalankan tugas di bawah bendera PBB.
Agenda lainnya adalah penyampaian pidato mengenai masa depan multilateralisme di Kementerian Luar Negeri. Pidato tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan Guterres untuk membahas kerja sama internasional di tengah berbagai tantangan global.
Indonesia selama ini memiliki rekam jejak panjang dalam mendukung operasi pemeliharaan perdamaian PBB. Hingga Februari 2026, lebih dari 50.000 personel Indonesia telah bertugas dalam berbagai misi perdamaian PBB di berbagai belahan dunia.
Kontribusi tersebut mencerminkan keterlibatan Indonesia dalam mendukung upaya menjaga keamanan dan stabilitas internasional melalui kerja sama multilateral.
Dalam misi MINUSCA di Republik Afrika Tengah, personel Indonesia turut mendukung pelaksanaan mandat PBB, termasuk melalui dukungan operasional dan perlindungan warga sipil.
Pada September 2026, Kontingen Garuda yang bertugas dalam misi tersebut menerima medali PBB sebagai bentuk pengakuan atas pengabdian mereka.
(Ant/Lingkar.news)













