KOTA YOGYAKARTA, LINGKAR.NEWS – Falsafah luhur Hamemayu Hayuning Bawana kembali ditekankan sebagai cetak biru atau blueprint dalam mewujudkan visi pembangunan berkelanjutan di tingkat desa atau SDGs Desa. Penerapan nilai-nilai kearifan lokal ini mengarahkan manusia untuk senantiasa menjaga keseimbangan alam, melestarikan lingkungan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tempat mereka hidup, Sabtu (6/9/2026).
Penerapan prinsip tersebut menjadi pedoman utama bagi Tenaga Pendamping Profesional (TPP) dalam mengawal program-program pembangunan di wilayah Desa Bausasran, Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta, Provinsi DI Yogyakarta. Pendampingan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, melainkan juga mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelayanan dasar, penguatan ketahanan pangan lokal, serta pelestarian adat istiadat.
“Membangun desa bukan hanya tentang hari ini, tetapi menjaga kehidupan agar tetap baik bagi generasi yang akan datang,” ungkap salah satu Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) dalam keterangannya terkait implementasi falsafah tersebut.
Melalui internalisasi nilai-nilai Hamemayu Hayuning Bawana, para pendamping profesional diharapkan mampu mengarahkan setiap program desa agar membawa kemaslahatan dalam jangka panjang. Langkah ini dinilai krusial guna menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat desa agar tetap lestari di tengah derasnya arus modernisasi saat ini.
Penulis : Yuni Lestari / Tenaga Ahli Kabupaten Bantul – Lokasi : (Desa Bausasran, Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta)












