DEMAK, Lingkar.news – Jalan Pantura Demak-Semarang turut Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak yang biasanya identik dengan genangan air rob, dalam sepekan terakhir tampak kering.
Sebelumnya, kondisi di jalan nasional itu kerap tergenang rob sehingga menghambat lalu lintas, dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Wisnu, warga Semarang yang setiap harinya bekerja ke Demak, mengaku senang karena perjalanannya tidak lagi harus menerjang rob di sekitar Sayung.
“Alhamdulillah. Beberapa hari ini tidak ada rob di pantura, kering. Tidak macet juga,” ujar Wisnu, Kamis, 24 Juli 2025 siang.
Menteri PU Sebut Penanganan Rob Demak Jadi Prioritas Presiden Prabowo
Ia menyampaikan bahwa kondisi rob di Jalan Pantura Demak-Semarang dari kedua arah sangat ekstrem sehingga membuat kendaraannya gampang mogok.
Selain itu, kemacetan parah juga tak terhindarkan. Namun, beberapa pekan terakhir ini ia tidak lagi was-was.
“Jadi lancar. Saya tidak lagi mikir khawatir perawatan kendaraan, karena air rob bisa bikin karatan,” ucapnya.
Menurutnya, saat ini upaya jangka pendek melalui pompanisasi yang dilakukan oleh pemerintah cukup berdampak positif bagi masyarakat.
“Iya dipompa, sehingga genangan (air rob) di Jalan Pantura surut,” ungkapnya.
Warga lain, David Nur juga merasa tenang saat melintas di Jalan Pantura Demak-Semarang, lantaran tidak lagi melewati jalan yang tergenang rob.
“Senang karena tidak terjadi rob lagi, tidak lagi nerjang genangan, tidak mogok lagi, tidak kropos lagi motornya,” ucap David yang juga warga Semarang.
Ia pun berharap upaya yang dilakukan pemerintah dalam penanganan banjir rob di wilayah tersebut dilakukan secara masif.
“Harapanya semoga bisa seperti ini terus, jadi pengendara bisa nyaman saat melintas di jalan pantura ini,” harapnya.
Sementara itu, salah satu operator mesin pompa, Shofi’i, juga menyampaikan syukur atas upaya pompanisasi yang dilakukan setiap hari telah membuahkan hasil yakni genangan surut.
“Saya tidak pernah libur. Kerja di sini selama 24 jam penuh untuk menghidupkan mesin pompa. Tidur di tenda banyak nyamuk. Kalau kangen keluarga saya video call saja. Yang penting warga sini bisa hidup nyaman,” ujar dia.
Dirinya juga bersyukur, beberapa pekan terakhir ini banjir rob tidak lagi menghantui warga dan pengendara.
Jurnalis: M. Burhanuddin Aslam
Editor: Ulfa













