SEMARANG, Lingkar.news – Perum Bulog membeli sekitar 30 ton gabah dari areal sawah siap panen di berbagai wilayah di Jawa Tengah (Jateng) yang terdampak banjir.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga gabah di tengah cuaca ekstrem yang melanda sejumlah daerah di Jateng.
Pembelian Sesuai HPP Rp6.500 per Kg
Direktur Pengadaan Perum Bulog, Prihasto Setyanto, mengatakan pembelian gabah terdampak banjir tetap mengacu pada Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram (kg).
Ia menjelaskan secara fisik gabah yang diserap memang tampak lebih kotor dan berwarna kehitaman karena tercampur lumpur akibat banjir.
Meski begitu, kualitas bulir gabah dinilai masih baik dan layak diproses karena tidak terendam terlalu lama.
“Kalau dilihat bulirannya memang besar-besar karena memang sudah mendekati masa panen,” ujarnya di Semarang, Jumat (27/2/2026).
Komitmen Serap Gabah Petani Terdampak Banjir
Prihasto menegaskan Bulog berkomitmen menyerap gabah petani di wilayah terdampak banjir dengan harga sesuai HPP guna melindungi pendapatan petani.
Menurutnya, kebijakan serupa juga akan diterapkan di daerah lain apabila terdapat informasi resmi dari dinas pertanian setempat mengenai lahan terdampak.
Imbauan Penanganan Awal Gabah Pascabanjir
Bulog juga mengimbau petani untuk melakukan penanganan awal sebelum menjual gabah ke Bulog atau mitra penggilingan.
Gabah yang sempat terendam banjir disarankan untuk diangin-anginkan terlebih dahulu guna mengurangi kadar air dan kotoran.
“Gabah yang terlalu basah atau terlalu banyak kotorannya justru akan merusak mesin pengering,” jelas Prihasto.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki













