SEMARANG, Lingkar.news – Perbaikan dan pembangunan infrastruktur di Jawa Tengah menjadi salah satu program prioritas Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin sejak dilantik pada 20 Februari 2025.
Pemerintah Provinsi Jateng mencatat hingga akhir 2025, sebanyak 94,01 persen jalan provinsi berada dalam kondisi mantap.
Salah satunya di Jalan Sokaraja-Kalimanah, Banyumas. Ruas jalan yang dulu kerap dikeluhankan warga lantaran retak, bergelombang, bahkan berlubang. Kini, jalan tersebut sudah diperbaiki dengan pengaspalan juga marka jalan jelas terbaca.
Kondisi pascaperbaikan Jalan Sokaraja-Kalimanah telah ditinjau Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen pada Selasa, 23 Desember 2025. Ia memastikan pengguna jalan merasakan nyaman dan aman, terlebih libur Natal dan tahun baru mobolitas masyarakat meningkat.
“Dengan kondisi jalan seperti ini, warga bisa menikmati liburan di Jawa Tengah dengan nyaman,” kata Taj Yasin.
Ia menegaskan, bersama Gubernur Ahmad Luthfi, pemerintah provinsi berkomitmen memastikan seluruh ruas jalan siap dilalui masyarakat selama masa liburan.
Sementara itu menurut warga Banyumas, Abdul, mengakui perbaikan jalan sangat dirasakan masyarakat.
“Sekarang jalannya enak dilewati. Lalu lintas lancar, pasti berpengaruh ke aktivitas warga dan usaha juga,” tuturnya.
Perbaikan Jalan di Jateng Libatkan Kerja Gotong Royong
Di balik capaian itu, ada kerja berlapis yang dilakukan sepanjang 2025. Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Cipta Karya (DPU BMCK) Jawa Tengah menuntaskan 27 paket peningkatan jalan senilai Rp484,65 miliar.
Di saat bersamaan, 52 paket rehabilitasi dan pemeliharaan jalan serta jembatan senilai Rp 315,42 miliar digelar hampir di seluruh penjuru provinsi.
“Total pembenahan jalan dan jembatan provinsi mencapai panjang 2.440,12 kilometer. Hingga triwulan keempat 2025, kondisi jalan provinsi sudah mencapai 94,01 persen mantap,” ujar Kepala DPU BMCK Jateng, Hanung Triyono, Jumat, 26 Desember 2025.
Sejumlah jalur strategis mendapat prioritas. Ruas Semarang-Godong, misalnya, menjadi jalur penting saat Pantura Kaligawe terendam banjir. Sementara Jalan Brigjen Sudiarto di Kota Semarang, yang saban hari dipenuhi arus kendaraan menuju Mranggen-Demak, juga masuk daftar pembenahan.
“Paket peningkatan Semarang–Godong di wilayah Mranggen sudah selesai. Jalan Brigjen Sudiarto di dalam kota juga sudah rampung dan aman dilalui,” kata Hanung.
Tim DPU MBCK juga menyiagakan tim reaksi cepat di sembilan Balai Pengelolaan Jalan untuk memastikan pembangunan jalan benar-benar mantap pasca pekerjaan selesai. Mereka rutin memantau kondisi lapangan. Jika ada lubang yang muncul ditargetkan tertangani maksimal 1 x 24 jam.
“Target jalan bebas lubang sesuai arahan gubernur terus kami jaga. Lubang baru bisa muncul karena hujan, tapi tetap langsung kami tangani,” ujarnya.
Pada libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, kesiapan jalan menjadi krusial. Jalur tengah Jawa Tengah dipastikan siap menjadi alternatif jalur nasional Pantura maupun tol. Dari Brebes-Bantarsari-Tegal-Slawi-Jatinegara, hingga Pemalang-Randudongkal, lalu bercabang ke selatan menuju Belik-Purbalingga, atau ke timur arah Sukorejo-Plantungan, semuanya dipastikan dalam kondisi layak.













