Palu, Lingkar.news – Perum Bulog Sulawesi Tengah berhasil menyerap gabah petani lokal sebanyak 11 ribu ton lebih sejak Januari hingga Agustus 2026. Angka tersebut setara dengan 96 persen dari total target yang ditetapkan pemerintah.
Pimpinan Wilayah (Pimwil) Bulog Sulawesi Tengah, Jusri, pada Senin (24/8/2026) mengatakan, “Target serapan Sulawesi Tengah 11.300 ton, saat ini kami telah merealisasikan di angka 11 ribu ton lebih.”
Pihaknya terus berupaya mengoptimalkan serapan untuk menunjang ketahanan pangan nasional dengan menambah jaringan mitra penggilingan padi di wilayah sentra pangan.
“Saat ini di wilayah kerja kantor wilayah (kanwil) Bulog, kami memiliki tujuh mitra gilingan padi dan sebagian besar berada di Kabupaten Parigi Moutong,” ujar Jusri.
Dalam menunjang penguatan ketahanan pangan nasional maupun percepatan swasembada pangan, Bulog menggunakan dua metode pembelian hasil produksi petani, baik dalam bentuk gabah kering giling (GKG) maupun beras siap konsumsi.
Untuk meningkatkan penyerapan, Bulog terus melakukan sosialisasi kepada petani serta memperkuat pola kemitraan dengan penggilingan padi, Bintara pembina desa (Bhabinsa), dan penyuluh pertanian, mengingat adanya tantangan di lapangan terkait preferensi petani dalam menjual hasil panennya.
“Harga ditetapkan pemerintah Rp6.500 per kilogram. Penetapan harga tentunya mempertimbangkan keuntungan ekonomis bagi petani,” ucap Jusri.
Sebagai kesimpulan, seluruh hasil serapan gabah dan beras yang dikelola Bulog nantinya akan disalurkan kembali kepada masyarakat melalui berbagai intervensi pemerintah untuk menjaga stabilitas pangan dan kesejahteraan.
“Pada intinya hasil serapan bahan pangan oleh pemerintah dikembalikan kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dasar,” kata Jusri menambahkan.
Pewarta: Abdul Rahman, SP
Editor: Saiful Muhlis











