KUPANG, Lingkar.news – Warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), masih memilih tidur di luar rumah akibat trauma dan kekhawatiran terhadap gempa susulan yang terus terjadi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur melaporkan, sebagian warga di wilayah Adonara, Flores Timur masih bertahan di tenda darurat hingga Senin (13/4/2026).
“Kami melihat warga masih trauma, sehingga beberapa memilih tidur di luar rumah menggunakan tenda,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Flores Timur, Maria Goretty Nebo Tukan.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,7 yang terjadi pada Kamis (9/4/2026) pukul 00.30 WITA sebelumnya menyebabkan kerusakan ratusan rumah di dua desa, yakni Terong dan Lamahala Jaya, Kecamatan Adonara Timur.
Baca juga: 1.313 Pengungsi Gempa Flores Timur Ditangani Tim Gabungan, 238 Rumah Rusak
Hingga Minggu (12/4/2026), jumlah pengungsi tercatat mencapai 1.383 jiwa yang tersebar di beberapa titik di kedua desa tersebut.
Maria menambahkan BPBD tidak mendirikan satu tenda khusus untuk para pengungsi di dua desa tersebut, namun didirikan di beberapa lokasi yang dekat dengan rumah warga.
“Kita tidak mendirikan tenda di satu lokasi, tetapi tersebar di beberapa lokasi dekat dengan rumah warga. karena memang warga tidak kehilangan pekerjaan tidak seperti di erupsi Lewotobi,” ucapnya.
Selain itu, bantuan logistik seperti beras dan kebutuhan dasar lainnya telah mulai didistribusikan kepada para korban terdampak gempa.
Baca juga: 79 Rumah di Pulau Adonara NTT Rusak akibat Gempa M4,7
Josep, warga di Desa Baniona, Kecamatan Wotan Ulumado, yang Desanya tidak jauh dari Lamahala dan Terong mengaku, sudah empat malam tidur di teras rumah.
“Kalau di desa kami memang tidak ada rumah yang rusak, tetapi saya dan beberapa warga sekitar memang sudah empat malam berturut-turut tidur di teras rumah, untuk berjaga-jaga saja, jangan sampai ada gempa susulan lagi yang lebih besar,” ujarnya.
Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi magnitudo 4,7 terjadi pada Kamis (9/4) pukul 00.30 WITA.
Episenter gempa terletak pada koordinat 8,36 derajat Lintang Selatan (LS) dan 123,15 derajat Bujur Timur (BT), tepatnya di darat pada jarak 21 kilometer tenggara Larantuka dengan kedalaman lima kilometer.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki













