PATI, Lingkar.news – Pemkab Pati memberikan beasiswa kepada 83 siswa SMA/SMK kurang mampu yang melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) pada tahun ajaran 2025-2026 ini.
Hal itu disampaikan Bupati Pati Sudewo saat menghadiri acara reuni alumni SMAN 1 Pati yang bertajuk “Sekawan Syawal” pada Kamis 3 April 2026 di Halaman SMAN 1 Pati. Dalam kesempatan itu, Sudewo menyebutkan asal siswa SMA/SMK yang mendapatkan beasiswa dari Pemkab Pati pada tahun ini di antaranya:
1. 6 siswa kategori P3 dari SMAN 1 Batangan
2. 15 siswa dari SMAN 1 Jakenan
3. 5 siswa kategori P2 dan 1 siswa kategori P3 dari SMAN 1 Juwana
4. 5 siswa kategori P3 dari SMAN 1 Kayen
5. 8 siswa kategori P3 dari SMAN 1 Pati
6. 4 siswa dari SMAN 1 Tayu
7. 11 siswa kategori P3 dari SMAN 2 Pati
8. 1 siswa kategori P3 dari SMA Muria Pati
9. 4 siswa kategori P2 dan 4 siswa kategori P3 dari SMKN 1 Pati
10. 2 siswa kategori P4 dan 1 siswa kategori P3 dari SMKN 2 Pati
11. 2 siswa kategori P3 dari SMKN 4 Pati
12. 1 siswa kategori P3 dari SMKN 1 Cluwak
13. 1 siswa kategori P4 dari SMK Gajah Mada Margoyoso
14. 6 siswa kategori P3 dari SMK Bani Muslim
15. 1 siswa kategori P3 dari SMK Kesehatan Bakti Indonesia Medika Juwana
16. 3 siswa dari SMAQT Yanbuul Quran
17. 2 siswa dari SMA PGRI 2 Kayen
“Saya membuat satu kebijakan mulai tahun anggaran 2025-2026, bagi siswa SMA/SMK yang telah lulus di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur SNBP dan UTBK dalam kategori kurang mampu akan kami bantu,” ucap Sudewo.
Bagi siswa kurang mampu dengan kategori miskin ekstrem atau P1 akan mendapatkan beasiswa berupa uang sebesar Rp 1,5 juta per bulan. Kemudian, siswa kurang mampu dengan kategori P2, P3 dan P4 akan mendapat beasiswa berupa uang sebesar Rp 1 juta per bulan dan siswa kurang mampu yang diterima di jurusan kedokteran akan mendapatkan beasiswa berupa uang sebesar Rp 2,5 juta per bulan.
Dana beasiswa tersebut berasal dari Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Jateng Cabang Pati dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pati.
“Bagi yang keluarga miskin dan miskin ekstrem tidak perlu khawatir, belajar dan belajar terus. Soal biaya nanti Pemerintah Kabupaten Pati yang akan menanggung,” jelas dia.
Lebih lanjut, Sudewo mengaku bahwa program beasiswa yang diberikan kepada siswa SMK/SMK sudah mendapatkan dukungan dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi.
“Sudah saya koordinasikan dengan Pak Gubernur, Pak Ahmad Lutfi, beliau sangat setuju saya harus turun sampai tingkat detail,” katanya.
Dirinya mengintruksikan seluruh kepala sekolah di Pati yang siswanya mendapatkan beasiswa dari Pemkab untuk berkoodinasi dengan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah lll Provinsi Jawa Tengah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Pati.
“Koordinasi teknis masing-masing kepala sekolah nanti dengan Pak Andrik, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pati dan sama Pak Deyan Kepala Cabang Pendidikan Provinsi,” tandasnya. (tyo / Lingkar.news)












