JAKARTA, Lingkar.news – Tumpukan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) Pulogebang, Jakarta Timur, meluber hingga ke bahu jalan dan menimbulkan keresahan warga.
Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memicu penyebaran berbagai penyakit akibat lingkungan yang kotor dan tidak sehat.
“Sampah kayak gini kan bikin kita khawatir, karena kotor, bau, bisa menimbulkan penyakit, kayak DBD, diare, atau virus-virus gitu,” kata salah satu warga sekitar, Jayadi (38) di Pulogebang, Jakarta Timur, Kamis (9/4/2026).
Menurutnya, bau menyengat dari tumpukan sampah sangat mengganggu aktivitas warga dan pengguna jalan yang melintas di lokasi tersebut.
“Baunya sangat menyengat, banyak lalat, kadang juga ada tikus. Anak-anak dan lansia jadi rentan sakit kalau kondisi ini terus dibiarkan,” ujarnya.
Menurut Jayadi, kondisi penumpukan sampah tersebut sudah berlangsung cukup lama dan semakin memburuk sejak adanya pembatasan pembuangan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi.
“Truk pengangkut jadi jarang datang. Sampah sempat diangkut, tapi sekarang menumpuk lagi,” katanya.
Ia pun meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar segera mencari solusi nyata untuk menangani masalah sampah di kawasan tersebut.
“Masa harus komplain mulu warga baru ditindaklanjuti. Harus ada aksi nyata, jangka panjang juga, sulit soal sampah ini,” ungkap Jayadi.
Salah satu pengendara sepeda motor yang melintas, Sunaryo (49) juga mengaku resah dengan kondisi sampah yang sudah tidak dapat dikendalikan oleh petugas TPS 3R.
“Harusnya segera ditindaklanjuti. Berharapnya, sampah diangkut sama petugas biar tidak semakin banyak tumpukan sampah,” katanya.
Sunaryo pun mengaku tidak nyaman setiap kali melintasi jalan tersebut karena bau sampah yang mengganggu. “Kalau lewat situ, saya harus tutup hidung lagi, nembus masker baunya,” ucapnya.
Berdasarkan pantauan, terlihat sampah menggunung di samping gedung TPS 3R Pulogebang. Kondisi sampah yang berserakan juga terlihat di seberangnya. Sejumlah pengendara tampak menutup hidung saat melintas akibat bau yang menyengat.
Sebelumnya, Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, menyatakan pihaknya terus mendorong masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga guna mengurangi beban pembuangan di TPST Bantargebang.
Pemerintah Kota Jakarta Timur juga menjalin kerja sama dengan Pusat Daur Ulang Plastik Ciracas dalam pengelolaan sampah anorganik.
Selain itu, Satuan Tugas (Satgas) Bank Sampah di setiap kelurahan dioptimalkan untuk mengoordinasikan pengiriman sampah anorganik dari bank sampah unit ke PDUP Ciracas serta melakukan pelaporan melalui sistem daring.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki













