JAKARTA, Lingkar.news – Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, dipastikan kembali berlangsung normal pada Selasa (14/7/2026) setelah polisi menyatakan kondisi sekolah aman usai penyisiran terkait dugaan teror bom.
Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Selatan, Santoso, mengatakan seluruh kegiatan sekolah, termasuk Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), akan kembali berjalan sesuai jadwal karena situasi telah dinyatakan kondusif.
“Perbedaannya adalah untuk kegiatan besok, kami telah bersinergi dengan pihak kepolisian. Kami juga akan melibatkan Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Pemprov DKI Jakarta,” kata Santoso di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Senin (13/7/2026).
Menurut Santoso, tidak ada agenda khusus dalam pelaksanaan KBM maupun MPLS pada hari berikutnya. Seluruh kegiatan akan mengikuti jadwal yang telah disusun oleh pihak sekolah.
Ia juga memastikan tidak ditemukan indikasi trauma pada peserta didik maupun guru. Berdasarkan hasil komunikasi dengan pihak sekolah, proses interaksi antara siswa dan tenaga pendidik tetap berlangsung dengan baik.
“Tentu hal ini akan menjadi bahan evaluasi bersama. Mudah-mudahan ini tidak terjadi lagi di DKI Jakarta, khususnya di Jakarta Selatan,” ujarnya.
Baca juga: Polisi Tangkap Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15, Ternyata Warga Sekitar Sekolah
Sebelumnya, tim gabungan yang terdiri atas Gegana Brimob, Densus 88 Antiteror Polri, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), serta unit anjing pelacak (K9) melakukan penyisiran menyeluruh di lingkungan SDN Srengseng Sawah 15 Pagi setelah adanya ancaman bom.
Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi mengatakan penyisiran dilakukan segera setelah kepolisian menerima laporan adanya ancaman melalui pesan WhatsApp.
“Dari beberapa jam ya, dari Gegana, Densus 88, BNPT, kemudian dari anjing pelacak yang kita undang dari kejadian pertama dapat info ya. Nah itu setelah selesai dinyatakan aman,” kata Nurma.
Penyisiran berlangsung selama sekitar empat jam. Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan benda mencurigakan maupun bahan peledak di area sekolah sehingga lokasi dinyatakan aman.
Akibat adanya ancaman tersebut, kegiatan hari pertama MPLS di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi sempat dihentikan dan para siswa dipulangkan demi alasan keamanan.
Baca juga: Ada Teror Bom via WhatsApp, MPLS di SDN Srengseng Sawah 15 Jaksel Dibubarkan
Polisi menerima laporan dugaan teror bom sekitar pukul 07.30 WIB, saat siswa dan guru sedang mengikuti upacara pembukaan MPLS.
Ancaman disampaikan melalui pesan pribadi WhatsApp yang diterima guru kelas 1 dan seorang staf tata usaha. Dalam pesan itu, pelaku mengaku telah memasang bom di 11 titik di lingkungan sekolah dan meminta pihak sekolah tidak melapor kepada kepolisian.
Pihak sekolah kemudian segera melaporkan ancaman itu kepada polisi. Aparat langsung melakukan sterilisasi dan penyisiran lokasi hingga akhirnya memastikan SDN Srengseng Sawah 15 Pagi aman dan KBM dapat kembali berlangsung normal mulai Selasa.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki













