JAKARTA, Lingkar.news – Lintas Raya Terpadu (LRT) Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai siap beroperasi penuh mulai Rabu (26/8/2026) setelah seluruh pembangunan jalur sepanjang 12,2 kilometer rampung.
Hal itu diungkapkan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meninjau kesiapan akhir LRT Jakarta sekaligus melakukan uji coba perjalanan di jalur Velodrome-Manggarai, Senin (24/8/2026).
Pramono memastikan pembangunan LRT Jakarta, termasuk jalur rel dan jalur layang, telah selesai 100 persen.
“Secara keseluruhan untuk pembangunan ataupun penyelesaian LRT ini, yang pertama yang berkaitan dengan rel dan juga jalur layang, ini sudah selesai 100 persen,” ujar Pramono di Stasiun LRT Jakarta Manggarai, Jakarta Selatan.
Proyek LRT Jakarta tersebut memiliki total investasi sekitar Rp12,1 triliun. Saat ini, proyek telah memasuki tahap akhir berupa pengujian oleh Kementerian Perhubungan untuk memastikan seluruh jalur hingga Stasiun Manggarai siap digunakan.
“Sehingga dalam perspektif Pemerintah DKI Jakarta sebenarnya baik itu pembangunan maupun jalur relnya adalah sudah siap untuk diresmikan secara keseluruhan,” katanya.
LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai dijadwalkan diresmikan Presiden RI Prabowo Subianto pada Rabu (26/8/2026). Setelah peresmian, LRT akan langsung melayani penumpang mulai pukul 05.00 hingga 24.00 WIB.
Pada tahap awal pengoperasian, LRT Jakarta rute tersebut diproyeksikan mampu melayani hingga 80 ribu penumpang per hari.
Pengoperasian hingga Manggarai juga menjadi bagian dari rencana pengembangan jaringan LRT Jakarta. Setelah rute Kelapa Gading-Manggarai beroperasi, Pemprov DKI Jakarta akan melanjutkan pembangunan menuju Dukuh Atas.
Untuk pembangunan LRT dari Manggarai hingga Dukuh Atas, Pemprov DKI menyiapkan investasi sekitar Rp2,7 triliun. Anggaran tersebut juga mencakup kebutuhan train set yang diperkirakan mencapai 16 rangkaian.
“Ternyata harus ada investasi untuk train set-nya yang jumlahnya kurang lebih 16, sehingga totalnya menjadi Rp2,7 triliun,” kata Pramono.
Pemprov DKI telah mengajukan penerbitan obligasi daerah kepada DPRD DKI Jakarta untuk mendanai sejumlah proyek, termasuk pembangunan lanjutan LRT Jakarta hingga Dukuh Atas serta rumah sakit internasional di eks lahan Sumber Waras.
Selain itu, Pemprov DKI berencana memperluas konektivitas LRT melalui jalur Velodrome menuju Stasiun Whoosh serta dari Kelapa Gading menuju Jakarta International Stadium.
Jika seluruh jaringan tersebut terbangun, Pramono berharap LRT Jakarta dapat menjadi salah satu tulang punggung transportasi yang menghubungkan berbagai wilayah ibu kota, mulai dari Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, hingga Jakarta Pusat.
“Dan kalau itu sudah terkoneksi, maka mudah-mudahan transportasi di Jakarta menjadi jauh lebih baik,” katanya.
Sementara itu, untuk tahap awal pengoperasian, tarif LRT Jakarta ditetapkan flat Rp5.000 hingga Oktober 2026. Setelah masa tersebut, Pemprov DKI akan menentukan tarif selanjutnya.
“Dengan keterjangkauan ini, maka kami segera akan memutuskan seperti yang tadi saya sampaikan mengenai tarif khusus di era transisi ini,” tandas Pramono.
Jurnalis: Hms
Editor: Basuki













