JAKARTA, Lingkar.news – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan anggaran sebesar Rp50 miliar untuk merevitalisasi Anjungan Jakarta di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebutkan dana tersebut bersumber dari Kompensasi Lantai Bangunan (KLB) dan tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Anggaran Bertahap dari Dana KLB
Pramono menjelaskan, revitalisasi akan dilakukan secara bertahap dengan total alokasi Rp50 miliar.
“Kami menyetujui untuk melakukan revitalisasi menggunakan dana KLB. Nilainya alokasi pertama Rp25 miliar, nanti tahun depan berikutnya akan diberikan alokasi kurang lebih angka yang sama Rp25 miliar,” ujar Pramono di Balai Kota, Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Dengan skema ini, proyek tidak membebani APBD DKI Jakarta karena menggunakan dana kontribusi pengembang melalui mekanisme KLB.
Sambut 500 Tahun Jakarta pada 2027
Revitalisasi Anjungan Jakarta dilakukan sebagai bagian dari persiapan menyambut peringatan 500 tahun atau lima abad Jakarta yang jatuh pada 22 Juni 2027.
Meski demikian, Pramono belum merinci jadwal pasti dimulainya proyek maupun target penyelesaiannya.
Pemprov DKI berharap pembenahan Anjungan Jakarta dapat memperkuat identitas budaya Betawi di kawasan TMII sekaligus menjadi bagian penting dari rangkaian perayaan HUT ke-500 Jakarta.
Perkuat Representasi Budaya Betawi
Anjungan Jakarta di TMII selama ini menjadi representasi budaya Betawi dan sejarah ibu kota. Revitalisasi diharapkan mampu memperbarui fasilitas dan tampilan kawasan, meningkatkan daya tarik wisata budaya, serta mendukung promosi Jakarta sebagai kota global berakar budaya
Langkah ini juga sejalan dengan upaya Pemprov DKI memperkuat narasi sejarah dan identitas Jakarta menjelang usia lima abad.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki













