JEMBER, Lingkar.news – Dampak musim kemarau mulai dirasakan warga Kabupaten Jember. Sebanyak 40 kepala keluarga (KK) di RT 04/RW 07, Kelurahan Tegal Gede, Kecamatan Sumbersari, kesulitan mendapatkan air bersih setelah sumur warga mulai mengering sejak Juli 2026.
Kondisi tersebut mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah tersebut pada Rabu (26/8/2026).
Sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan dan ditampung dalam tandon milik warga yang telah disiapkan sebagai tempat penampungan bersama.
Berdasarkan laporan penanganan di lapangan, sumur warga di RT 04/RW 07 mengalami kekeringan dengan kedalaman sekitar 8 hingga 10 meter. Sementara itu, sumber mata air terdekat berjarak sekitar satu kilometer dari permukiman.
Jarak tersebut membuat warga membutuhkan dukungan pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Distribusi air bersih dilakukan sebagai tindak lanjut permohonan dari Kelurahan Tegal Gede. Penanganan tersebut juga mengacu pada Surat Keputusan Bupati tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Jember Tahun 2026.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember bergerak menuju lokasi sekitar pukul 08.30 WIB. Setibanya di lokasi, petugas berkoordinasi dengan Ketua RT dan warga sebelum menyalurkan air bersih ke tandon berkapasitas 5.000 liter yang telah tersedia.
Selain menyalurkan air, petugas juga memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat. Edukasi tersebut terutama terkait penggunaan air secara bijak selama musim kemarau dan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi dampak kekeringan.
Personel TRC BPBD Jember, Septa Tri Satya Budi, mengatakan distribusi air bersih dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang sumber airnya mulai mengalami kekeringan.
“Kondisi sumur warga sudah mulai mengering sejak beberapa waktu terakhir. Karena itu, distribusi air bersih ini dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat. Kami juga mengimbau warga agar menggunakan air secara bijak karena kondisi kemarau masih berlangsung,” ujar Septa.
Menurutnya, keberadaan tandon milik warga menjadi salah satu pendukung penting dalam proses distribusi. Air yang disalurkan dapat ditampung dan dimanfaatkan bersama oleh masyarakat yang terdampak.
Hingga distribusi tahap ketiga, sebanyak 5.000 liter air bersih telah disalurkan kepada warga RT 04/RW 07. Kegiatan berlangsung aman, lancar, dan kondusif tanpa kendala di lapangan.
BPBD Jember merekomendasikan agar distribusi air bersih ke wilayah tersebut dilakukan secara berkala, yakni setiap dua hari sekali dengan kapasitas 5.000 liter.
Langkah tersebut diperlukan untuk menjaga ketersediaan air bagi warga selama sumber air belum kembali normal.
BPBD juga mengajak masyarakat terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat apabila kebutuhan air semakin meningkat. Penanganan lebih lanjut akan diteruskan kepada perangkat daerah terkait sesuai perkembangan kondisi di lapangan.
Distribusi air bersih tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Jember merespons dampak musim kemarau sekaligus memastikan masyarakat di wilayah rawan kekeringan tetap mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar, khususnya air bersih.
Jurnalis: Agung
Editor: Basuki













