JEMBER, Lingkar.news – Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) asal Jember bagian utara kini tak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke pusat kota untuk menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai persyaratan bekerja ke luar negeri.
Rumah Sakit Daerah (RSD) Kalisat membuka layanan Klinik Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang mulai beroperasi pada pertengahan Juli 2026.
Kehadiran klinik khusus ini memberikan akses yang lebih dekat bagi masyarakat Jember utara yang membutuhkan medical check-up (MCU) untuk keperluan bekerja ke luar negeri, termasuk persyaratan pembuatan visa.
Selain lokasinya lebih dekat, biaya pemeriksaan di Klinik CPMI RSD Kalisat juga relatif terjangkau. Seluruh rangkaian pemeriksaan dikenakan biaya Rp450.000 per pemohon dan ditargetkan selesai dalam satu hari.
Dokter pemeriksa Klinik CPMI RSD Kalisat, dr. Tri Ritasari, menjelaskan calon pekerja migran dapat datang langsung ke klinik untuk mengajukan pemeriksaan kesehatan dan mendapatkan surat keterangan sehat.
“Pasien datang langsung ke klinik kami, kemudian mengajukan permohonan untuk mendapatkan surat keterangan sehat guna pembuatan visa,” ujar dr. Tri Ritasari.
Proses pemeriksaan diawali dengan pendaftaran menggunakan Kartu Keluarga (KK). Selanjutnya, calon pekerja migran menjalani beberapa tahapan pemeriksaan kesehatan.
“Pasien masuk, kita lakukan screening dan pemeriksaan fisik. Setelah dilakukan pemeriksaan fisik, dilanjutkan pemeriksaan laboratorium, kemudian pemeriksaan radiologi. Setelah itu dilakukan pemeriksaan jiwa,” terangnya.
Jika seluruh hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi kesehatan yang memenuhi persyaratan, Klinik CPMI RSD Kalisat akan menerbitkan surat keterangan sehat.
“Kalau semua persyaratan itu ternyata memang dia sehat, kami akan menerbitkan surat keterangan sehat,” imbuhnya.
Selain pemeriksaan kesehatan, calon pekerja migran juga menjalani proses foto biometrik. Untuk saat ini, pelaksanaan biometrik tersebut dilakukan pada tahap awal pendaftaran dan baru mencakup pengambilan foto.
“Foto biometrik itu pelaksanaannya hanya pemeriksaan yang pertama di pendaftaran, foto saja. Yang lain-lain masih seperti yang biasa,” ungkapnya.
Untuk biaya, dr. Tri menegaskan tarif Rp450.000 tersebut sudah mencakup seluruh rangkaian pemeriksaan atau bersifat all in.
Sejak resmi dibuka pada pertengahan Juli 2026, Klinik CPMI RSD Kalisat telah melayani lima calon pekerja migran yang datang untuk mendaftarkan diri dan menjalani pemeriksaan kesehatan.
Sebelum Klinik CPMI tersedia, pemeriksaan kesehatan bagi calon pekerja migran dilakukan melalui poli yang tersedia di rumah sakit. Kini, layanan tersebut dipusatkan di klinik khusus.
“Karena klinik ini bagi orang yang tidak sakit, jadi tempatnya agak jauh dari pasien yang sakit,” tegas dr. Tri.
Ia menjelaskan, sebelumnya calon pekerja migran yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan untuk bekerja ke luar negeri harus menuju Poli Penyakit Dalam.
“Dulu langsung ke poli, langsung ke Poli Penyakit Dalam dan di-handle sama dokter penyakit dalam. Tapi di situ tidak ada pemeriksaan jiwa, hanya pemeriksaan fisik, laboratorium, dan radiologi,” ungkapnya.
Dengan dibukanya Klinik CPMI, seluruh calon pekerja migran yang membutuhkan MCU untuk keperluan bekerja ke luar negeri kini diarahkan menjalani pemeriksaan melalui layanan tersebut.
“Setelah launching ini, semua pasien yang mempunyai kebutuhan untuk MCU ke luar negeri lewat sini,” katanya.
Pemeriksaan di Klinik CPMI RSD Kalisat kini juga lebih lengkap karena mencakup pemeriksaan kejiwaan atau psikologi. Penambahan tahapan tersebut membuat waktu pelayanan berpotensi sedikit lebih lama dibandingkan prosedur sebelumnya.
“Kalau waktu mungkin ketambahan waktu karena ada pemeriksaan psikologinya. Kalau dulu kan tidak ada. Jadi insyaallah agak lebih lama dari yang kemarin,” jelas dr. Tri.
Meski demikian, calon pekerja migran tidak perlu menunggu berhari-hari untuk memperoleh surat keterangan sehat. Seluruh rangkaian pemeriksaan ditargetkan dapat diselesaikan pada hari yang sama.
“Tidak, hari itu juga surat itu sudah bisa terbit. Tidak tertangguh, sehari selesai,” tandasnya.
Jurnalis: Agung
Editor: Basuki













