Jember, Lingkar.news – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember, Jawa Timur, melakukan langkah strategis dengan membangun 96 jalur perlintasan langsung (JPL) yang telah melalui proses verifikasi. Upaya ini dilakukan untuk memperkuat aspek keselamatan di seluruh perlintasan kereta api di wilayah kerja mereka.
Manajer Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menyatakan bahwa pembangunan ini merupakan langkah konkret untuk menekan risiko kecelakaan.
“Dari jumlah tersebut, 10 titik telah ditetapkan sebagai prioritas dan saat ini sedang dalam pembangunan, sehingga pihak KAI menargetkan 10 JPL prioritas tersebut dapat mulai beroperasi pada awal Oktober 2026”, kata Cahyo Widiantoro pada Sabtu (29/8/2026).
Menurut Cahyo, keselamatan di perlintasan kereta api menjadi perhatian serius untuk menekan risiko kecelakaan dan kejadian temperan antara kereta api dengan kendaraan maupun pengguna jalan, sehingga langkah itu menjadi bagian dari komitmen KAI Daop 9 Jember untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api.
Sekaligus memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat yang beraktivitas dan melintas di sekitar jalur kereta api. Peningkatan keselamatan di perlintasan merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditunda, mengingat perlintasan sebidang menjadi salah satu titik yang memiliki potensi risiko apabila tidak digunakan dengan disiplin dan sesuai aturan, tuturnya.
Ia menegaskan bahwa keselamatan adalah prioritas utama, sehingga pembangunan JPL dilakukan sebagai langkah preventif tanpa harus menunggu jatuhnya korban jiwa.
Cahyo menjelaskan 10 titik yang menjadi prioritas pembangunan tersebar di wilayah Pasuruan sebanyak satu titik, kemudian di Kabupaten/Kota Probolinggo sebanyak tiga titik, di Kabupaten Lumajang sebanyak satu titik, dan sebanyak lima titik di Kabupaten Jember.
Adapun lima titik lainnya berada di Kabupaten Jember, yakni JPL 85 KM 161+544 antara Jatiroto–Tanggul, JPL 170 KM 207+129 antara Arjasa–Kotok, JPL 114 KM 179+933 antara Bangsalsari–Rambipuji, JPL 9 KM 05+440 antara Kalisat–Ledokombo, serta JPL 23 KM 11+504 antara Ledokombo–Sempolan, katanya.
Setelah 10 titik prioritas tersebut tuntas, pembangunan akan dilanjutkan secara bertahap pada 86 titik lainnya hingga seluruh 96 titik yang telah diverifikasi mendapatkan penanganan sesuai prioritas dan kesiapan masing-masing lokasi.
Tidak hanya membangun JPL, KAI juga telah menyiapkan sumber daya manusia yakni sebanyak 400 orang telah direkrut untuk mendukung kebutuhan pengelolaan 96 JPL tersebut, ujarnya.
Berdasarkan data KAI Daop 9 Jember, tercatat sebanyak 19 kejadian kecelakaan terjadi di perlintasan yang tidak terjaga pada 2025 dan empat kecelakaan pada 2026, sehingga diharapkan angka kecelakaan di perlintasan dapat ditekan.
Sebagai kesimpulan, melalui pembangunan 96 JPL, penyiapan 400 SDM, peningkatan fasilitas, pengawasan, edukasi, serta kolaborasi dengan berbagai pihak, KAI Daop 9 Jember berkomitmen untuk terus menghadirkan perjalanan kereta api yang aman, selamat, nyaman dan berkelanjutan.
Keselamatan di perlintasan bukan hanya tentang palang pintu dan petugas, tetapi juga tentang kedisiplinan setiap orang untuk berhenti dan memberikan prioritas kepada perjalanan kereta api, katanya.
Pewarta: Agung Suryono
Editor: Saiful Muhlis













