GRESIK, Lingkar.news – Pemkab Gresik memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk menekan kasus tuberkulosis (TBC) dan stunting. Upaya tersebut melibatkan Puskesmas, pemerintah kecamatan dan desa, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), hingga dunia usaha.
Penguatan kolaborasi itu dibahas dalam Forum Kolaborasi dan Lokakarya Lintas Sektor bersama Puskesmas yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Driyorejo di Kantor Kecamatan Driyorejo, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Camat Driyorejo Muhammad Amri, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik dr. Mukhibatul Khusna, serta perwakilan Puskesmas Driyorejo dan Puskesmas Karangandong.
Dalam forum tersebut, upaya eliminasi TBC pada 2028 menjadi salah satu perhatian. Pemerintah daerah mendorong keterlibatan berbagai pihak, termasuk perusahaan di Kecamatan Driyorejo, untuk mendukung penemuan kasus, edukasi, dan penanganan TBC di masyarakat.
Kolaborasi lintas sektor juga diperkuat untuk mencegah dan menangani stunting. TP PKK Kabupaten Gresik berperan melalui berbagai kegiatan dan inovasi di tingkat desa, terutama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pemenuhan gizi serta kesehatan ibu dan anak.
Pencegahan sejak dini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi dan pemantauan kesehatan, khususnya bagi ibu dan anak.
Selain penanganan TBC dan stunting, pemerintah daerah turut mendorong peningkatan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Wakil Bupati Gresik dr. Asluchul Alif menegaskan, warga harus dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang layak, termasuk mereka yang belum terdaftar sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Penerapan UHC oleh Pemkab Gresik
Menurutnya, Kabupaten Gresik telah menerapkan program Universal Health Coverage (UHC) untuk menjamin akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku.
“Bagi masyarakat yang memiliki KTP Gresik, tidak perlu khawatir untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Pemerintah Kabupaten Gresik berkomitmen memastikan masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan yang dibutuhkan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik dr. Mukhibatul Khusna menyampaikan, tingginya kunjungan pasien menjadi tantangan tersendiri bagi peningkatan kualitas pelayanan di Puskesmas.
Puskesmas Driyorejo memiliki 10 tempat tidur untuk pelayanan rawat inap, sedangkan Puskesmas Karangandong menyediakan empat tempat tidur. Dari sisi kunjungan, Puskesmas Driyorejo melayani sekitar 350 pasien per hari dan Puskesmas Karangandong sekitar 150 pasien per hari.
Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam upaya mengatasi antrean dan meningkatkan efektivitas pelayanan, baik rawat jalan maupun rawat inap.
Dinas Kesehatan Gresik juga terus mendorong program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk memperluas deteksi dini penyakit. Cakupan program tersebut telah mencapai 46 persen dari masyarakat Kabupaten Gresik. Pelaksanaannya di setiap kecamatan diharapkan membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Melalui forum lintas sektor tersebut, Pemkab Gresik berharap koordinasi antara perangkat daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah kecamatan dan desa, TP PKK, serta dunia usaha semakin kuat. Sinergi itu diharapkan mendukung percepatan penanganan TBC, pencegahan stunting, dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Penulis: HMS
Editor: Redaksi












