JEMBER, Lingkar.news – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui optimalisasi potensi lokal dan digitalisasi sistem keuangan.
Upaya ini dilakukan tanpa menaikkan pajak, sekaligus menjaga komitmen pemerataan pembangunan guna menekan angka kemiskinan.
Bupati Jember, Muhammad Fawaid atau yang akrab disapa Gus Fawaid, menyebut kinerja ekonomi Jember menunjukkan tren positif dalam lima tahun terakhir.
“Kabupaten Jember mencatat performa ekonomi terbaik di wilayah Tapal Kuda dalam lima tahun terakhir,” ujar Gus Fawaid di Kantor Desa Suco, Kecamatan Mumbulsari, Selasa (7/4/2026).
Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Jember terus melesat sejak 2020 hingga 2025. Dampaknya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) mengalami kenaikan signifikan hingga 36 persen tanpa adanya kenaikan pajak maupun retribusi.
Selain itu, lanjut Gus Fawaid, digitalisasi menjadi salah satu faktor utama dalam mendorong peningkatan PAD.
“Digitalisasi pembayaran daerah berkontribusi signifikan terhadap optimalisasi pendapatan,” jelasnya.
Gus Fawaid berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan di seluruh kantor dinas terkait agar lebih transparan dan cepat.
“Fokus kami pada 2026 adalah memperbanyak kanal pembayaran digital di berbagai sektor,” imbuhnya.
Dengan pertumbuhan ekonomi yang terus melesat, Gus Fawaid menargetkan angka kemiskinan di Jember dapat ditekan secara signifikan.
“Target saya, jumlah penduduk miskin bisa turun hingga di bawah 200 ribu jiwa melalui pemerataan pembangunan,” tegasnya.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki













