SEMARANG, Lingkar.news — Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri turut mendatangi pelepasan ekspor furnitur di Pabrik PT Philnesia International, Kawasan Industri Wijayakusuma, Tugu, Kota Semarang, Jumat, 16 Mei 202
Roro mengatakan Kementerian Perdagaan sedang memperluas diversifikasi pasar ekspor sebagai langkah antisipatif dan solusi bagi pelaku usaha nasional. Salah satu fokus utama diversifikasi tersebut adalah mendorong ekspor ke Uni Eropa melalui kerja sama Indonesia-Europe Ekspor.
“Potensi ekspor Indonesia sangat besar, tidak hanya ke AS tetapi juga ke Eropa dan negara-negara lain. Kami sedang menggali berbagai peluang baru. Bahkan sebelum kebijakan tarif baru dari Trump diberlakukan, kami sudah menginisiasi diversifikasi pasar ekspor,” ungkapnya.
Langkah tersebut juga sebagai strategi menghadapi tarif dagang yang diterapkan Amerika Serikat (AS). Roro juga menyebut RI masih menunggu hasil akhir negosiasi tarif dagang AS-RI.
Meskipun tengah menghadapi dinamika global, Roro menegaskan bahwa hubungan bilateral antara Indonesia dan AS tetap berjalan dengan baik. Hal yang sama juga berlaku bagi Indonesia dan China yang dinilai sebagai mitra strategis di sektor perdagangan.
“Hubungan kita dengan Amerika Serikat sangat baik, begitu juga dengan China. Meski ada ketidakpastian ekonomi global, pelaku usaha kita tetap survive dan berdaya. Ini jadi bukti bahwa Indonesia tetap tangguh,” terangnya.
Dalam kunjungan tersebut, Wamendag juga menyaksikan langsung pelepasan lima kontainer ekspor furnitur berupa meja dan kursi produksi PT Philnesia International yang dikirim ke Amerika Serikat.
Sementara itu CEO PT Philnesia International, Erick Prasetya Luwia, menyampaikan rasa bangganya sebab produk furnitur yang diekspor itu juga dipakai di Kemendag.
“Produk meja dan kursi yang diekspor hari ini bahkan digunakan langsung oleh jajaran Kemendag saat berkunjung ke sini. Ini menunjukkan bahwa produk anak bangsa memiliki kualitas tinggi dan mematuhi regulasi ekspor yang ketat,” ujarnya.
Erick juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
“Industri furnitur saat ini menghadapi tantangan global yang tidak mudah. Kunjungan Wamendag menjadi harapan baru dan bentuk sinergi nyata agar industri bisa terus tumbuh dan bersaing di pasar internasional,” pungkasnya.
Jurnalis: Rizky Syahrul
Editor: Ulfa Puspa













