KUDUS, Lingkar.news – Perusahaan tekstil raksasa PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex dinyatakan pailit dan tutup permanen per 1 Maret 2025. Akan tetapi, PT Sari Warna Asli, perusahaan tekstil di Kabupaten Kudus yang merupakan bagian dari Sritex Group masih tetap beroperasi.
Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Industrial dan Perselisihan Ketenagakerja DisnakerPerinkop dan UKM Kabupaten Kudus, Agus Juanto, mengungkapkan PT Sari Warna Asli disebut masih menerima banyak pesanan.
“PT Sari Warna Asli ini ramai, banyak order dari buyer luar negeri,” ungkapnya.
Agus menegaskan bahwa kasus bangkrutnya Sritex tidak berpengaruh terhadap perusahaan PT Sari Warna Asli. Ia menyebut, sekitar 800 karyawan di perusahaan tersebut masih tetap bekerja seperti biasanya.
“Tidak terdampak, ada pemilik Sritex yang tanam saham tapi tidak mayoritas. Jadi dari awal tidak untuk Sritex, ada di luarnya,” jelasnya.
Dia mengatakan, PT Sari Warna Asli tidak menggarap pesanan dari Sritex, mereka memiliki pangsa pasar sendiri. Sehingga dengan adanya kondisi bangkrutnya Sritex, PT Sari Warna Asli tidak ikut terdampak.
“Para pegawai masih berangkat seperti biasa, tidak terkena dampaknya,” pungkasnya.
Kepailitan Sritex membuat 10.665 pekerjanya kena pemutusan hubungan kerja (PHK). Hal ini pun mendapat perhatian banyak pihak, mulai dari pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat.
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat pada Januari 2025, PHK menyasar 1.065 karyawan anak usaha Sritex Group, PT Bitratex Semarang.
Kemudian pada Februari 2025, jumlah karyawan kena PHK mencapai 9.604 orang. Rinciannya PT Sritex Sukoharjo sebanyak 8.504 orang. PT Primayuda Boyolali sebanyak 956 orang, PT Sinar Panja Jaya Semarang sebanyak 40 orang, dan PT Bitratex Semarang sebanyak 104 orang. (Lingkar Network | Nisa Hafizhotus. S/Anta – Lingkar.news)













