Garut (LINGKAR.NEWS) – Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat mengajukan anggaran sebesar Rp800 miliar ke pemerintah pusat untuk membangun jembatan yang rusak terdampak bencana alam menjadi jembatan permanen di Kecamatan Peundeuy.
“Kita sudah bikin surat mengajukan permohonan bantuan, kalau enggak salah anggarannya sampai Rp800 miliar untuk bangun permanen satu jembatan,” kata Bupati Garut Abdusy Syakur Amin saat ditanya wartawan terkait penanganan jembatan di Peundeuy yang terdampak bencana hidrometeorologi di Garut, Senin.
Ia menuturkan jajaran dari berbagai satuan perangkat kerja daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Garut telah bergerak cepat ketika mendapatkan laporan adanya bencana alam saat musim penghujan ini.
Seperti kejadian jembatan rusak penghubung Desa Toblong dengan Desa Sukanagara, Kecamatan Peundeuy, kata dia, langsung ditangani oleh pemerintah daerah lalu disampaikan ke pemerintah pusat dan mendapatkan dukungan dari anggota DPR RI asal Garut untuk segera diperbaiki.
“Kita juga sudah menghubungi BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), dan hadir ke Garut untuk melakukan evaluasi di lapangan,” katanya.
Ia menyampaikan pemerintah daerah sudah berusaha untuk menyampaikan usulan pembangunan jembatan tersebut yang selanjutnya secara teknis diserahkan ke pemerintah pusat.
“Pemerintah pusat itu lebih fleksibel tidak tergantung tahun anggaran, bisa 2026, bahkan mungkin bisa lebih cepat lagi karena saya minta ini sangat penting bagi masyarakat,” katanya.
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin berharap usulan itu dapat segera direalisasikan oleh pemerintah pusat agar masyarakat bisa kembali memanfaatkan jembatan yang kokoh, aman, dan nyaman untuk mobilisasi orang maupun kendaraan bermotor.
Sebelumnya, jembatan gantung di Desa Toblong, Kecamatan Peundeuy wilayah selatan Garut rusak akibat dampak cuaca ekstrem pada Jumat (7/11/2024) petang.
Jembatan gantung yang membentang Sungai Cikaengan itu rusak berat sehingga tidak bisa lagi digunakan untuk akses masyarakat, sehingga harus memutar arah dengan jarak tempuh yang lebih jauh.
Polisi sudah memasang garis polisi sebagai tanda peringatan agar masyarakat tidak boleh mendekati maupun menggunakan jembatan yang sudah rusak itu. (Lingkarnews Network)













