MATARAM, Lingkar.news – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) bersama International Organization for Migration (IOM) Indonesia memperkuat peran desa dalam mencegah masalah yang dihadapi pekerja migran Indonesia (PMI).
Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan bagi aparatur dari 15 Desa Migran EMAS di Nusa Tenggara Barat (NTB). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam mendukung tata kelola migrasi yang aman serta memperkuat pelindungan calon PMI dan keluarganya.
KP2MI dan IOM Indonesia Perkuat Peran Desa dalam Pelindungan PMI
Pelibatan aparatur desa menjadi bagian penting dalam memperkuat pelindungan PMI sejak tahap awal. Desa memiliki peran strategis karena menjadi salah satu lingkungan terdekat bagi masyarakat yang berencana bekerja ke luar negeri.
Melalui peningkatan kapasitas tersebut, aparatur desa diharapkan mampu mendukung penyebaran informasi mengenai migrasi aman, membantu masyarakat memahami prosedur bekerja ke luar negeri, serta mencegah risiko yang dapat muncul selama proses migrasi.
Pendataan dan Perencanaan Desa Jadi Fokus Pelatihan
Pelatihan ini juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas aparatur desa dalam mengelola informasi dan menyusun perencanaan yang berkaitan dengan migrasi. Dengan dukungan data dan perencanaan yang lebih baik, kebutuhan calon PMI di tingkat desa diharapkan dapat diidentifikasi secara lebih tepat.
Penguatan kapasitas tersebut diharapkan membantu desa menyusun langkah pelindungan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait.
Desa Migran EMAS Didorong Jadi Ekosistem Migrasi Aman
Program Desa Migran EMAS menjadi salah satu upaya untuk membangun lingkungan desa yang mendukung proses migrasi aman dan terlindungi. Melalui program ini, desa diharapkan tidak hanya menjadi tempat asal calon PMI, tetapi juga berperan aktif dalam memberikan informasi dan dukungan kepada masyarakat.
Kolaborasi KP2MI dan IOM Indonesia di NTB diharapkan memperkuat keterlibatan pemerintah desa dalam mencegah persoalan pekerja migran, sekaligus mendorong terciptanya tata kelola migrasi yang lebih aman dan bertanggung jawab.
Penulis: Amelia Erisanna













