REMBANG, Lingkar.news – SMP Negeri 2 Sulang menggandeng Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Rembang untuk membekali siswa dengan pengetahuan tentang bahaya narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA).
Sosialisasi yang digelar pada Sabtu, 17 Oktober 2026, itu menjadi bagian dari upaya sekolah mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman sekaligus mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.
Kegiatan kokurikuler di Aula SMPN 2 Sulang tersebut diikuti lebih dari 178 peserta, terdiri atas siswa kelas VIII, guru, dan staf tata usaha. Acara dimulai pukul 08.00 WIB dengan menghadirkan tim Satresnarkoba Polres Rembang sebagai narasumber.
Dalam pemaparannya, petugas menjelaskan berbagai jenis narkoba, mulai dari ganja, sabu, hingga ekstasi. Siswa juga mendapat penjelasan mengenai modus peredaran narkoba yang disebut dikemas menyerupai produk sehari-hari, seperti rokok elektrik atau vape, permen, dan minuman kemasan.
Petugas mengingatkan bahwa pelajar tingkat SMP termasuk kelompok yang rentan menjadi sasaran peredaran narkoba. Karena itu, siswa diminta tidak mencoba narkoba dan lebih selektif dalam memilih lingkungan pergaulan.
“Jangan pernah berpikir untuk coba-coba. Ingat, narkoba itu merusak otak, merusak kesehatan, merusak masa depan, dan ada konsekuensi hukum yang berat. Kunci utamanya adalah berani berkata TIDAK dan pandai memilih teman bergaul,” tegas narasumber dari Satresnarkoba Polres Rembang.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab. Para siswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bertanya tentang bahaya rokok elektrik, penyalahgunaan obat-obatan yang dijual di warung, hingga cara melaporkan indikasi peredaran NAPZA di lingkungan sekitar.

Kepala SMPN 2 Sulang menegaskan bahwa edukasi tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya melindungi siswa dari ancaman penyalahgunaan narkoba.
“Tugas sekolah hari ini tidak hanya mengajar Matematika atau IPA. Tugas terbesar kami adalah menjaga anak-anak kami agar selamat dari ancaman zaman, salah satunya NAPZA. Satu anak terjerumus narkoba, maka hancurlah satu keluarga dan masa depannya. Karena itu kami sengaja mengundang ahlinya langsung dari Polres Rembang agar anak-anak mendapatkan informasi yang benar dan tidak salah pergaulan,” ujarnya.
Ia mengapresiasi dukungan Satresnarkoba Polres Rembang dalam memberikan pemahaman langsung kepada siswa. Menurutnya, sekolah tidak hanya bertanggung jawab terhadap prestasi akademik, tetapi juga perlu membangun karakter dan menjaga kesehatan peserta didik.
“Kami tidak ingin siswa kami hanya unggul secara akademik, tetapi juga harus sehat jasmani dan kuat karakternya. Kerja sama dengan Satresnarkoba ini adalah bentuk nyata pendidikan karakter dan upaya preventif agar SMPN 2 Sulang benar-benar menjadi Sekolah Bersih Narkoba atau Bersinar,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, sekolah berharap siswa dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh serta ikut menyebarkan pesan antinarkoba di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan deklarasi “Siswa SMPN 2 Sulang Berani Tolak NAPZA” dan foto bersama.
(Hms/Lingkar.news)













