BANTUL, LINGKAR.NEWS – Sebuah bedug berusia ratusan tahun di kompleks Masjid Gedhe Mataram Kotagede, Desa Jagalan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Provinsi DI Yogyakarta, hingga kini masih menyimpan kisah sejarah Islam dan budaya Jawa yang kuat. Bedug yang dikenal masyarakat sebagai Bedug Nyai Pringgit atau Kyai Dhondhong tersebut tidak hanya berfungsi sebagai penanda waktu ibadah, tetapi juga menjadi simbol ingatan kolektif dan kesinambungan tradisi lokal.
Berdasarkan cerita turun-temurun dari para abdi dalem, penamaan bedug ini berkaitan erat dengan tokoh sejarah asal wilayah Dhondhong, Kulon Progo, bernama Nyai Pringgit yang mendonasikan kayu pohon besar miliknya untuk pembuatan bedug masjid. Sebagai bentuk penghargaan atas sumbangsih tersebut, para keturunannya konon diberikan hak untuk bermukim di sekitar kompleks masjid serta turut serta dalam kepengurusannya, meski kisah ini hidup dan berkembang melalui tradisi lisan masyarakat setempat.
Peran penting bedug dalam peradaban Islam di tanah Jawa ditegaskan kembali oleh para tokoh setempat. Sebelum teknologi pengeras suara digunakan secara masif seperti saat ini, tabuhan bedug merupakan instrumen utama pemanggilan umat.
“Secara historis, bedug memiliki fungsi penting dalam kehidupan masjid di Jawa. Sebelum pengeras suara digunakan secara luas, tabuhannya menjadi penanda waktu dan panggilan bagi masyarakat untuk berkumpul. Suara bedug bukan sekadar bunyi yang menggema, melainkan penghubung antara ruang ibadah dan kehidupan kampung,” ungkap salah satu tokoh masyarakat saat menjelaskan makna kultural bedug tersebut, Sabtu (11/10/2026).
Di tengah modernisasi, keberadaan Bedug Besar Jagalan mengajarkan bahwa warisan budaya tidak selalu berwujud arsitektur megah, melainkan juga benda-benda sederhana yang merekam nilai gotong royong, kemurahan hati, dan pengabdian lintas generasi. Merawat pusaka masa lalu ini menjadi upaya penting untuk menjaga agar sejarah tetap hidup dan bermakna bagi masyarakat masa kini.
Penulis : Yuni Lestari / Tenaga Ahli Kabupaten Bantul – Lokasi : (Desa Jagalan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta)












