KABUPATEN BANTUL, LINGKAR.NEWS – Ratusan warga bersama para abdi dalem Keraton Yogyakarta dan Surakarta menggelar tradisi Nyadran atau Sadranan di Kompleks Makam Raja-Raja Mataram, Desa Jagalan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Provinsi DI Yogyakarta, Minggu (11/10/2026). Tradisi tahunan yang dihelat menjelang bulan suci Ramadan pada bulan Ruwah penanggalan Jawa ini diisi dengan kegiatan bersih-bersih makam, doa bersama, serta jamuan kenduri untuk merawat nilai-nilai luhur dan mempersiapkan diri secara spiritual.
Prosesi ritual yang melibatkan juru kunci, petugas kompleks makam, serta masyarakat sekitar tersebut diawali dengan barisan abdi dalem mengenakan busana tradisional Jawa lengkap yang membawa berbagai perlengkapan sesaji atau *ubarampe* menuju Masjid Gedhe Mataram. Di tempat ibadah bersejarah itu, rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan doa berbahasa Jawa, selawat ber-langgam Jawa, hingga doa dalam bahasa Arab, sebelum ditutup dengan pembersihan area pusara raja dan makan bersama.
Menurut Tenaga Ahli Kabupaten Bantul, Yuni Lestari, pelaksanaan Nyadran di kawasan situs bersejarah ini tidak sekadar menjadi agenda ziarah rutin, melainkan sarana penting dalam mempererat hubungan kultural antara pihak keraton dan masyarakat luas. Ia menegaskan bahwa esensi dari tradisi ini adalah merawat kesadaran batiniah manusia menjelang bulan puasa.
“Nyadran di Jagalan memperlihatkan bahwa warisan budaya bukan hanya bangunan dan benda bersejarah. Ia juga hidup melalui tata cara, doa, makanan, busana, dan pengabdian orang-orang yang merawatnya,” ujar Yuni Lestari dalam keterangan resminya.
Dalam prosesi tersebut, berbagai perlengkapan upacara atau *ubarampe* yang disajikan memiliki makna simbolis yang mendalam bagi masyarakat setempat. Hidangan utama yang dibawa meliputi nasi ingkung berupa olahan ayam utuh, serta sajian ketan, kolak, dan apem yang secara filosofis dimaknai sebagai simbol permohonan ampun kepada Sang Pencipta serta pengiriman doa bagi para leluhur yang telah tiada.
Melalui tradisi turun-temurun ini, di antara jajaran tembok bata tua dan pusara para tokoh Mataram, masyarakat diajak untuk senantiasa mengingat kefanaan hidup, menghormati sejarah, serta membersihkan hati dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan.
Penulis : Yuni Lestari / Tenaga Ahli Kabupaten Bantul – Lokasi : (Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Provinsi DI Yogyakarta)












