Palu, Lingkar.news – Ratusan warga bersama Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, melaksanakan shalat istisqa di Lapangan Vatulemo pada Sabtu (05/09/2026). Kegiatan ibadah ini dilakukan sebagai upaya memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan di tengah dampak fenomena El Nino yang melanda wilayah tersebut.
Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk doa dan ikhtiar masyarakat serta pemerintah daerah agar wilayah mereka segera dibasahi hujan.
Menurut Hadianto, Indonesia saat ini sedang menghadapi musim kemarau panjang yang tidak hanya berdampak di Kota Palu, tetapi juga melanda sejumlah daerah lainnya di tanah air.
Ia menambahkan, kondisi kekeringan yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir telah memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah di Provinsi Sulawesi Tengah.
Sebagai kesimpulan dari rangkaian kegiatan tersebut, khatib dan imam shalat mengajak seluruh jamaah untuk terus memanjatkan doa agar Kota Palu dan daerah lain yang terdampak kekeringan segera mendapatkan keberkahan berupa hujan.
Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Tengah telah mengeluarkan imbauan resmi bagi umat Islam untuk melaksanakan shalat istisqa. Imbauan ini tercantum dalam surat Nomor B/25/DP-P/XXIII/IX/2026 tertanggal 1 September 2026 yang ditandatangani oleh Ketua Umum MUI Sulawesi Tengah, HS. Ali Muhammad Aljufri, dan Sekretaris Umum Sofyan Thaha Bachmid.
MUI menjelaskan bahwa seruan tersebut didasari oleh perubahan iklim, potensi bencana kebakaran, serta berbagai dampak negatif akibat kemarau panjang yang meresahkan masyarakat.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan bahwa hingga September 2026, hampir seluruh wilayah Sulawesi Tengah tidak akan mengalami curah hujan yang signifikan.
BMKG juga memprediksi bahwa pada Oktober 2026, cuaca panas dan kondisi kering masih berpeluang tinggi terjadi, terutama di wilayah Sulawesi Tengah bagian timur. Suhu udara di beberapa daerah, termasuk Kota Palu, diprakirakan tetap tinggi hingga akhir Oktober mendatang.
Pewarta: Abdul Rahman, SP
Editor: Saiful Muhlis













