POSO, Lingkar.news – Upaya penanganan karhutla di Lore Utara terus diintensifkan oleh Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama tim gabungan.
Operasi pemadaman dan pendinginan lahan yang berlangsung di Desa Wuasa, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, dimaksimalkan hingga dini hari guna mencegah potensi timbulnya titik api susulan yang mengancam kawasan permukiman serta kebun milik warga setempat.
Penyisiran Titik Api dan Luas Area Tersekat
Penanganan yang berlangsung mulai pukul 17.00 WITA hingga 01.32 WITA tersebut merupakan bagian dari upaya mengantisipasi kebakaran susulan di kawasan perbatasan Desa Wuasa–Kaduwa, yang sebelumnya dilaporkan sempat mengancam permukiman dan kebun masyarakat.
Dalam laporan penanganan hari pertama, tim mencatat luas area yang ditangani sekitar 0,5 hektare.
Petugas melakukan pemadaman sekaligus mendukung upaya pencegahan agar api tidak meluas ke kawasan yang berdekatan dengan aktivitas warga.
Instruksi Gubernur dan Kesiapsiagaan Tim Lapangan
Operasi penanganan Karhutla di Lore Utara ini dilaksanakan menindaklanjuti arahan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, yang meminta BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bergerak cepat dengan mengerahkan personel dan peralatan pemadam kebakaran.
Gubernur juga menekankan pentingnya keselamatan masyarakat serta pemantauan berkelanjutan untuk menganticipasi munculnya kembali titik api.
Kalak BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Asbudianto, sebelumnya menjelaskan bahwa personel telah berada di lokasi sejak Kamis pekan sebelumnya.
Namun, laporan masyarakat mengenai munculnya kembali kebakaran yang mendekati permukiman mendorong penguatan penanganan dan kesiapsiagaan di kawasan tersebut.
Dalam kegiatan terbaru, TRC-PB BPBD Sulteng berkoordinasi dengan Camat Lore Utara, TNI, dan Polri. Tim juga menyiapkan pasokan air melalui mobil tangki untuk mendukung kebutuhan pemadaman di titik api terdekat.
Strategi Titik Sulit Karhutla di Lore Utara
Dalam upaya penanganan ini, sebanyak satu unit mobil tangki dan dua unit armada mobil pemadam kebakaran digunakan dalam operasi tersebut.
Peralatan lainnya meliputi tangki gendong, mesin pompa dari Manggala Agni, selang penyalur air, dan nozzle.
Penanganan dilakukan bersama unsur Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Damkar Provinsi Sulawesi Tengah, Damkar Kabupaten Poso, serta masyarakat setempat.
Asbudianto menegaskan bahwa personel akan difokuskan pada titik-titik yang sulit dijangkau kendaraan pemadam kebakaran. Strategi tersebut diperlukan agar penanganan dapat menjangkau area yang berpotensi menjadi lokasi penyebaran api.
BPBD Provinsi Sulawesi Tengah juga terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah setempat dan masyarakat untuk mendukung pemantauan di kawasan Wuasa–Kaduwa.
(Lingkar.news Network/Asih)












