JAKARTA, Lingkar.news – Kasatgas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus Irwasum Polri, Komjen Pol. Dedi Prasetyo menyampaikan pihaknya tengah mengejar target pembangunan 200 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh jajaran Polda.
Hal ini disampaikan usai peninjauan dapur SPPG MBG di Polda Kalimantan Tengah. Sekaligus groundbreaking serentak dan daring bagi 4 SPPG baru di Polres Barito Utara, Kapuas, Kotawaringin Barat, dan Kotawaringin Timur, kemarin.
“Sebelumnya, sesuai arahan Kapolri di Monas 1 Juli 2025 lalu, kami memacu pendirian SPPG di setiap Polda untuk mendukung program prioritas Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto,” ucap Dedi, dalam keterangan resmi, Selasa, 8 Juli 2025.
Diakui Dedi, SPPG Polda Kalteng juga telah melakukan pembangunan gedung yang segera diisi peralatan masak. Selanjutnya di verifikasi oleh pihak BGN agar segera beroperasional penuh.
Nantinya, keempat SPPG hasil groundbreaking daring itu diproyeksikan melayani 3.500 penerima manfaat. Serta membuka lapangan kerja bagi 47 relawan per unit.
Dedi menambahkan, percepatan berbasis kolaborasi pentahelix mengintegrasikan lima pilar.
Di antaranya government (Polri/pemda), academia (keahlian gizi Dokkes Polri), private sector (penyedia bahan pangan), civil society (relawan/Bhayangkari), dan media (transparansi program).
“Dokkes Polri menjadi tulang punggung keistimewaan dalam food security melalui model sinergi ini,” tambahnya.
Ia menekankan, 156 SPPG nasional yang telah dibangun di seluruh Polda jajaran bakal dikebut menjadi 200 unit.
“Pembangunan serentak SPPG ini bukti keseriusan Polri menjembatani kebijakan strategis pemerintah dengan kebutuhan riil masyarakat,” paparnya.
Dalam pendekatan human security berbasis pentahelix, SPPG MBG bukan hanya dapur umum. Melainkan role model ketahanan pangan multisektor.
Selain itu, Dokkes Polri, diakui Dedi, bakal mengoptimalkan inovasi pangan berkelanjutan. Hal ini guna memastikan zero gap akses gizi di dalam masyarakat.
Jurnalis: Ceppy Febrinika Bachtiar
Editor: Sekar S













