KENDAL, Lingkar.news – Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) terus mendorong pembangunan desa wisata melalui program Karya Bakti Mandiri (KBM).
Salah satu desa yang menjadi fokus kegiatan Karya Bakti Mandiri tahun 2025 adalah Desa Getasblawong, Kecamatan Pageruyung, yang tengah menyiapkan destinasi wisata baru berupa kolam keceh.
Kepala Dispermasdes Kendal, Yanuar Fatoni, menjelaskan bahwa Desa Getasblawong sebelumnya telah mengajukan permohonan kepada pemerintah kabupaten untuk mendapat dukungan pengembangan sarana dan prasarana wisata.
“Wisata di Getasblawong belum bisa dibuka karena terkendala fasilitas. Melalui program KBM, desa mendapat bantuan untuk perbaikan dan betonisasi area kolam keceh serta area parkir dengan anggaran sebesar Rp150 juta,” ujar Yanuar, Senin, 27 Oktober 2025.
Dispermasdes Kendal: Bersatu Siaga Jadi Acuan Program dan Pembangunan Desa
Yanuar mengatakan kegiatan Karya Bakti Mandiri tidak hanya melibatkan pemerintah daerah, tetapi juga gotong royong masyarakat setempat.
“Program KBM ini sudah berjalan di delapan titik, dan tahun 2025 ada penambahan satu titik, jadi total sembilan lokasi. Harapannya, program ini bisa terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Desa Getasblawong, Halim Maha Budi, menyampaikan apresiasinya atas perhatian pemerintah terhadap pengembangan wisata di desanya.
“Dengan adanya bantuan betonisasi ini, kami berharap bisa mempercantik kawasan wisata dan memberi manfaat besar bagi masyarakat. Ke depan, kami juga berencana menata lantai dan area sekitar agar lebih indah,” ungkap Halim.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kendal, Bupati Kendal, Dispermasdes, serta Kodim 0715/Kendal yang telah memberikan dukungan.
“Wisata desa ini mulai dibangun sejak tahun 2020, dan kami sangat bersyukur bisa mendapatkan perhatian untuk pengembangannya,” imbuhnya.
Dengan adanya program Karya Bakti Mandiri, diharapkan sektor pariwisata desa di Kendal semakin berkembang dan menjadi penggerak ekonomi masyarakat pedesaan.
Jurnalis: Arvian Maulana
Editor: Ulfa Puspa













