KARANGANYAR, Lingkar.news – Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto mengajak anak muda di Kabupaten Karanganyar untuk lebih produktif memanfaatkan telepon seluler (ponsel) dan media sosial.
Menurutnya, ponsel yang selama ini banyak digunakan untuk menikmati konten hiburan juga dapat menjadi sarana untuk berkarya sekaligus menghasilkan pendapatan.
Ajakan tersebut disampaikan Sumanto saat menggelar Pelatihan Content Creator dan Afiliator di Kabupaten Karanganyar belum lama ini. Kegiatan tersebut menghadirkan Certified Trainer TikTok Shop by Tokopedia, Marcellino Radiktya, yang memberikan pelatihan mengenai cara membuat konten menarik sekaligus memiliki nilai ekonomi.
Melalui pelatihan tersebut, peserta didorong untuk tidak hanya menjadi penonton di media sosial, tetapi mulai memproduksi konten kreatif yang berpotensi menghasilkan uang.
Sumanto mengatakan, perkembangan teknologi digital membuka peluang besar bagi anak muda untuk memperoleh penghasilan tanpa harus sepenuhnya bergantung pada pekerjaan konvensional.
“Rata-rata orang Indonesia menghabiskan waktu 7 sampai 8 jam sehari di depan ponsel. Ini waktu yang cukup lama. Daripada sekadar menikmati video buatan orang lain, mengapa waktu ini tidak dimanfaatkan untuk membuat konten yang bisa menghasilkan uang,” ujar Sumanto.
Menurut dia, anak muda saat ini sebenarnya telah memiliki modal untuk terjun menjadi content creator maupun afiliator. Selain memiliki ponsel, generasi muda juga sudah terbiasa menggunakan berbagai platform media sosial.
Tantangannya adalah mengubah kebiasaan menggunakan media sosial dari sekadar konsumsi konten menjadi aktivitas yang lebih produktif dan memiliki nilai ekonomi.
“Anak-anak muda ini sebenarnya sudah punya modal. Mereka setiap hari menggunakan media sosial, tinggal bagaimana diarahkan supaya tidak hanya melihat konten orang lain, tetapi juga membuat konten sendiri,” katanya.
Sumanto menilai, menjadi content creator maupun afiliator tidak selalu membutuhkan peralatan mahal. Kreativitas, konsistensi, kemampuan membaca tren, serta kemauan untuk terus belajar justru menjadi faktor penting untuk mengembangkan konten.

Sumanto juga mendorong anak muda Karanganyar untuk mengangkat berbagai potensi lokal sebagai bahan konten. Produk UMKM, kuliner, destinasi wisata, hingga aktivitas masyarakat dapat dikemas secara kreatif sehingga tidak hanya menarik perhatian pengguna media sosial, tetapi juga membuka peluang pemasukan melalui program afiliasi.
Menurut Sumanto, pemanfaatan potensi lokal melalui konten digital dapat menjadi salah satu cara memperkenalkan produk dan kekayaan daerah kepada pasar yang lebih luas.
Ia berharap semakin banyak anak muda di Kabupaten Karanganyar yang mampu memanfaatkan perkembangan ekonomi digital. Dengan begitu, medsos tidak hanya menjadi ruang untuk mencari hiburan, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk berkarya, membangun usaha, mempromosikan produk lokal, dan memperoleh penghasilan.
Pelatihan content creator dan afiliator tersebut juga dinilai menjadi bagian dari upaya mendorong generasi muda agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Sumanto berharap pengetahuan yang diperoleh peserta tidak berhenti setelah pelatihan, tetapi langsung dipraktikkan dan dikembangkan secara berkelanjutan.
“Harapannya setelah pelatihan ini mereka langsung praktik. Handphone jangan hanya untuk scroll media sosial, tetapi bisa dipakai untuk membuat sesuatu yang menghasilkan,” pungkasnya.
Jurnalis: Hms
Editor: Basuki












