KUDUS, Lingkar.news – SD 1 Barongan, Kabupaten Kudus bersiap menjadi sekolah adiwiyata dengan menyiapkan konsep kurikulum pendidikan lingkungan hidup.
Kepala SD 1 Barongan, Nur Hadi, menyampaikan kurikulum pendidikan lingkungan hidup rencananya mulai diterapkan pada tahun ajaran baru. Materi kurikulum tersebut akan dimasukkan dalam muatan lokal sekolah.
“Kami sudah siapkan konsep dan draf terkait pendidikan lingkungan hidup yang akan diterapkan sebagai kurikulum sekolah,” ujarnya.
Siswa SD 1 Tumpangkrasak Kudus Juarai Lomba Atletik Lari 60 Meter
Nur Hadi menambahkan, upaya lain SD 1 Barongan untuk menjadi sekolah adiwiyata yakni dengan melakukan pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu.
Aksi pilah sampah, kata Nur Hadi, untuk melatih kebiasaan dan kedisiplinan siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Selain itu siswa juga diajarkan memanfaat barang bekas.Bahkan belum lama ini, salah satu siswa SD 1 Barongan berhasil meraih juara 1 dalam Cabang Lomba Kriya Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kecamatan Kota Kudus karena membuat alat penyedot debu dari barang bekas.
“Kami juga kedepannya ingin membuat alat pencacah sampah,” imbuhnya.
SD 1 Barongan pernah menjadi sekolah adiwiyata tingkat nasional sekitar sepuluh tahun silam. Dan saat ini berupaya agar bisa kembali meraih predikat sekolah adiwiyata.
Jurnalis: Nisa Hafizhotus Syarifa
Editor: Ulfa Puspa













