KABUPATEN SEMARANG, Lingkar.news – Pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Jragung, Kabupaten Semarang berpotensi molor dari jadwal yang ditargetkan.
Wakil Gubernur Jawa Tengah (Wagub Jateng), Taj Yasin, menyebutkan rencananya proyek Bendungan Jragung selesai 2025, dan bulan ini seharusnya progresnya sudah 95 persen.
Namun target itu molor karena faktor alam. Proyek Bendungan Jragung yang dibangun sejak 2021 itu bernilai Rp3 triliun dari APBN. Pengerjaan proyek ini ditarget rampung pada Mei-Juni 2026.
“Karena di tahun ini BMKG menyebutkan jika musim kemaraunya adalah kemarau basah, maka menyebabkan Bendungan Jragung ini tidak bisa selesai dibangun tepat waktu,” ujar Taj Yasin saat meninjau progres proyek Bendungan Jragung, Selasa, 3 Juni 2025.
Lantaran kemarau basah, kata Taj Yasin, apabila diguyur hujan dua hari saja di wilayah Bendungan Jragung itu maka membutuhkan waktu empat sampai lima hari untuk proses pengeringan.
Taj Yasin menegaskan bahwa Bendungan Jragung memiliki peran vital dalam pengendalian pengairan di wilayah Kabupaten Semarang, mulai dari pengendalian banjir, irigasi, dan energi terbarukan.
“Ketika bendungan ini selesai 40 persennya akan bisa menanggulangai banjir yang terjadi di Demak dan Grobogan,” ungkapnya.
Selanjutnya di kisaran 60 sampai 70 persen, terang Wagub, Pemprov Jawa Tengah hanya tinggal melakukan normalisasi sungai untuk mengatasi banjir di Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Demak.
“Namun yang terpenting, air baku yang ada di Bendungan Jragung ini memiliki banyak dampak positif untuk beberapa wilayah, seperti hilir di Kota Semarang, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Grobogan termasuk mendapatkan manfaat untuk irigasinya dari Bendungan Jragung ini,” bebernya.
Bendungan Jragung mampu menjadi penyedia air baku 1.000 liter/detik untuk Kota Semarang, Grobogan, dan Demak, irigasi untuk 4.528 hektare sawah di Grobogan dan Demak.
“Bahkan, memiliki potensi energi hijau, yakni Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 90 MW dan PLTMH 1,4 MW. Jadi kita ini harus bareng-bareng mengawal pembangunan Bendungan Jragung ini,” paparnya.
Wagub mengatakan proyek ini diharapkan bisa segera bisa difungsikan pada 2026 dan dimanfaatkan masyarakat.
“Rencananya, proses pengisian air (impounding) dilakukan di awal tahun 2026 agar jaringan irigasi bisa segera difungsikan,” ucapnya.
Sementara itu pihaknya juga mengajak masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan menanam pohon. Langkah ini penting untuk mendukung upaya pemerintah meminimalkam risiko bencana banjir dan longsor.
Jurnalis: Hesty Imaniar
Editor: Ulfa Puspa













