JEPARA, Lingkar.news – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menegaskan bahwa pembangunan rumah dinas bupati baru tidak akan mengurangi alokasi anggaran untuk perbaikan infrastruktur jalan yang menjadi prioritas utama daerah.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jepara, Aditya Hendrayana, menyebutkan bahwa porsi anggaran untuk perbaikan jalan masih jauh lebih besar dibandingkan anggaran pembangunan rumah dinas bupati.
Menurutnya, pembangunan rumah dinas tersebut merupakan kebutuhan baru setelah rumah dinas lama di kawasan pendapa beralih fungsi menjadi museum.
“Kalau secara persentase anggaran, masih lebih banyak untuk perbaikan jalan,” ujar Aditya.
Ia menjelaskan, saat ini sejumlah paket pekerjaan peningkatan dan perbaikan jalan di Jepara tengah diproses melalui sistem e-katalog. Setelah proses pengadaan selesai, beberapa ruas jalan akan segera ditangani.
“Informasi dari teman-teman Bina Marga, sejumlah paket pekerjaan sudah berproses di e-katalog. Tinggal menunggu hasilnya. Kalau sudah selesai, dalam waktu dekat beberapa ruas jalan akan ditangani,” katanya.
Baca juga: Pembangunan Rumah Dinas Baru Bupati Jepara Rp4 Miliar Tuai Kritik Netizen
Aditya mengungkapkan, Pemkab Jepara mengalokasikan anggaran pembangunan rumah dinas bupati baru dengan pagu sekitar Rp4 miliar dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sekitar Rp3,9 miliar. Usulan anggaran tersebut telah disusun sejak 2025.
Ia menjelaskan, kebutuhan rumah dinas baru muncul karena rumah dinas yang berada di kompleks pendapa kini telah dialihfungsikan menjadi museum, termasuk beberapa ruangan yang sebelumnya digunakan sebagai tempat tinggal bupati.
“Terkait rumah dinas bupati, memang saat ini pendapa sudah berubah fungsi menjadi museum. Termasuk kamar yang dulunya dihuni bupati juga dialihkan menjadi bagian dari museum,” jelasnya.
Saat ini, bupati disebut hanya memiliki satu kamar yang dapat digunakan di kawasan pendapa sehingga tidak lagi memiliki rumah dinas secara utuh. Karena itu, Pemkab Jepara merencanakan pembangunan rumah dinas baru di area belakang kompleks Sekretariat Daerah (Setda) Jepara.
Aditya menambahkan, perencanaan pembangunan sudah dilakukan sejak tahun lalu. Namun, setelah melalui proses evaluasi dan penyesuaian, pelaksanaannya baru dapat dilakukan pada tahun ini.
“Sebenarnya sudah ada perencanaan, cuma direview karena tahun kemarin belum memungkinkan untuk dilaksanakan. Akhirnya dilaksanakan tahun ini,” ujarnya.
Pembangunan rumah dinas tersebut akan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama tahun ini difokuskan pada hunian utama dan landasan pendapa, sementara tahap lanjutan berupa penyelesaian ornamen dan pendapa direncanakan pada 2027.
Tahap pertama diperkirakan berlangsung selama 160 hari kalender. Jika proses pengadaan berjalan lancar, pekerjaan fisik ditargetkan dimulai awal Juli 2026 dan berlangsung hingga awal Desember 2026
“Sedangkan untuk tahap kedua tahun depan kemungkinan pengerjaan ornamen dan pendapa, dengan anggaran yang berbeda,” tambahnya.
Dari sisi desain, bangunan rumah dinas tersebut akan mengusung konsep joglo dengan sentuhan ukiran khas Jepara sebagai upaya pelestarian kearifan lokal.
“Harapannya nanti jika ada tamu yang datang bisa melihat kekhasan Jepara melalui desain bangunannya,” kata Aditya.
Sementara itu, terkait rencana pembangunan Patung Ratu Kalinyamat maupun kereta kencana Ratu Kalinyamat, Aditya memastikan hingga kini belum masuk dalam perencanaan pembangunan yang ditangani DPUPR Jepara.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki













