SEMARANG, Lingkar.news – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi meninjau pelaksanaan cek kesehatan gratis di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Kota Semarang pada Senin, 4 Agustus 2025.
Menteri PPPA pada kesempatan itu menyampaikan bahwa kesehatan merupakan hal dasar yang sangat penting dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan generasi emas 2045.
Menurutnya, berdasarkan data Kementerian Kesehatan menunjukkan angka yang cukup memprihatinkan, terutama terkait kesehatan gigi.
“Hal mendasar yang pertama adalah kesehatan. Kita lihat sekarang datanya cukup memprihatinkan, terutama kesehatan gigi. Sekitar 93 persen anak Indonesia giginya kurang baik, berlubang, hanya 7 persen yang baik. Kemudian, angka stunting juga lumayan cukup tinggi,” terangnya.
Menteri Arifah juga menilai bahwa program CKG merupakan sebuah solusi yang dilakukan pemerintah sebagai upaya preventif agar anak-anak atau generasi muda terjamin kesehatannya.
“Yang kedua, beliau juga ingin semua anak Indonesia punya kesempatan yang sama menempuh pendidikan. Oleh karena itu, inisiasi sekolah rakyat yang memberikan kesempatan sama sebagai anak Indonesia untuk bisa menempuh pendidikan yang layak,” tuturnya.
Kemudian, kata dia, aspek ketiga adalah gizi yang harus terjamin sehingga diinisiasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Presiden.
“Jadi, tiga komponen ini sebagai wujud kecintaan bagaimana mempersiapkan generasi-generasi yang akan datang menjadi generasi yang berkualitas sehingga Indonesia Emas 2045 dapat terwujud dengan baik,” jelasnya.
Program yang diinisiasi secara luar biasa itu tidak bisa berjalan sendiri dari satu kementerian saja, misalnya Kementerian Kesehatan, sehingga semua pemangku kepentingan harus berkolaborasi dan bersinergi.
“Seperti yang disampaikan, diamanahkan oleh Bapak Presiden saat kita retreat dulu. Tidak ada satupun kementerian lembaga yang bisa sukses dan jalan sendiri. Semua harus berkolaborasi, bersinergi. Hari ini kita menunjukkan bahwa kolaborasi itu sudah terlaksana,” ucapnya.
Sementara itu Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyampaikan bahwa program CKG sudah diikuti 5,7 juta warga Jawa Tengah.
“Bagi kami ini sesuatu yang sangat penting. satu untuk anak-anak kita, tentu kalau ingin anak kita cerdas tentu saja kondisi kesehatannya harus kita ketahui,” ucapnya.
Dirinya juga menyebut CKG sebagai upaya meminimalkan kasus obesitas pada anak yang selama ini belum menjadi prioritas pemerintah.
Jurnalis: Rizky Syahrul
Editor: Ulfa Puspa













