BANYUMAS, Lingkar.news – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menampung banyak aspirasi masyarakat saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) Eks Keresidenan Banyumas pada Jumat, 2 Mei 2025.
Salah satu aspirasi disampaikan perwakilan penyandang disabilitas Indonesia untuk Banyumas, Devit Kurniawan. Ia menyampaikan pentingnya kesetaraan bagi disabilitas khususnya dalam mengakses pelayanan publik.
Devit menyebut, dirinya, selalu kesulitan untuk mendapatkan pelayanan publik karena kurangnya akses yang ramah bagi disabilitas.
“Sebenarnya kami bisa, tapi terhalangnya akses membuat kami tidak bisa melaksanakan apa yang kami bisa. Seperti mengurus surat-surat, KTP, KK dan sebagainya. Walaupun sekarang ada via online, tapi harus juga ke kantor langsung,” kata Devit.
Selain akses pelayanan publik, Devit juga menyebutkan agar Gubernur Jateng bisa menangani persoalan lapangan pekerjaan bagi disabilitas.
“Penjelasan gubernur tadi sangat baik, yaitu dibentuknya wadah disabilitas di setiap kecamatan. Itu sangat membantu. Karena selama ini saya menginginkan setiap kecamatan harus ada perkumpulan penyandang disabilitas. Kenapa? Itu bisa mengakomodasi kebutuhan mereka apa, dan keterampilan apa. Kalau butuh permodalan, juga terkumpul di situ. Nanti diajukan ke kecamatan, baru ke kabupaten,” bebernya.
Perwakilan perempuan Banyumas, Yatimah, mengusulkan organisasinya yaitu Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (Pekka) agar bisa diajak pemerintah untuk bersinergi.
Menurutnya, di organisasi Pekka, tidak sedikit perempuan yang harus diberdayakan. Mereka rata-rata menjadi tulang punggung keluarga menggantikan peran suami.
“Banyak perempuan kepala keluarga di Pekka, tidak hanya suaminya meninggal dunia, atau karena cerai. Tapi mungkin punya suami, tapi merantau dan tanpa kabar. Secara otomatis, dia pencari nafkah utama. Ada perempuan punya suami tapi suaminya sakit menahun. Secara otomatis dia pencari nafkah utama. Atau perempuan punya suami, tapi tidak diperhatikan. Ada korban KDRT dan lainnya,” ungkap Yatimah.
Yatimah menyampaikan saat ini Pekka telah berdiri di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Banyumas, Patikraja, dan Kebasen. Menyusul selanjutnya adalah Kecamatan Somagede.
“Insyaallah tahun ini empat kecamatan dengan anggota 400 orang,” ujarnya.
Merespons banyak aspirasi yang disampaikan masyarakat Banyumasan, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa kegiatan musrenbangwil ini memang untuk belanja masalah dalam rangka menyelesaikan persoalan di masyarakat. Termasuk mewujudkan misi menjadikan Jawa Tengah lumbung pangan nasional.
Gubernur Luthfi menyebut terkait masalah yang dihadapi penyandang disabilitas, pihaknya mendukung pembentukan Kecamatan Berdaya sebagai solusi untuk memfasilitasi kalangan rentan.
“Juga membuat Kecamatan Berdaya di kabupaten/ kota. Bahkan dalam waktu dekat sudah berduyun-duyun. SE (Surat Edaran) sudah mulai kita terbitkan,” terangnya. (Lingkar Network | Lingkar.news)












