SEMARANG, Lingkar.news – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) di provinsi ini mengalami penurunan pada Agustus 2025. Dari 4,78 persen pada tahun 2024, angka TPT turun menjadi 4,66 persen atau setara dengan 1,04 juta orang menganggur.
Kepala BPS Jawa Tengah, Endang Tri Wahyuningsih, mengatakan dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, sebanyak 30 daerah mengalami penurunan TPT dibandingkan tahun sebelumnya, sementara lima daerah lainnya justru mengalami peningkatan.
“Sebanyak 30 kabupaten/kota mengalami penurunan tingkat pengangguran terbuka, sedangkan lima lainnya naik. Lima daerah dengan kenaikan tertinggi yaitu Kabupaten Tegal 7,61 persen, Banyumas 6,26 persen, Sukoharjo 4,32 persen, Kudus 3,23 persen, dan Rembang 2,90 persen,” ujar Endang, Rabu, 12 November 2025.
BPS juga mencatat ada 12 kabupaten/kota dengan TPT di atas rata-rata provinsi (4,66 persen). Angka tertinggi tercatat di Kabupaten Brebes sebesar 8,07 persen, disusul Kabupaten Tegal (7,61 persen), Cilacap (7,40 persen), Pemalang (6,61 persen), dan Banyumas (6,26 persen).
“Sementara itu, lima daerah dengan TPT terendah adalah Wonogiri (2,16 persen), Temanggung (2,31 persen), Rembang (2,90 persen), Boyolali (2,97 persen), dan Grobogan (3,12 persen),”sebutnya.
Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, TPT laki-laki tercatat sebesar 4,82 persen, sedangkan TPT perempuan sebesar 4,43 persen. TPT laki-laki hanya turun tipis 0,01 persen, sementara perempuan mengalami penurunan lebih besar yaitu 0,28 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan wilayah, tingkat pengangguran di perkotaan mencapai 5,03 persen, lebih tinggi dibandingkan wilayah perdesaan yang sebesar 4,17 persen. Dari sisi pendidikan, lulusan SMK masih mendominasi angka pengangguran tertinggi dengan 9,2 persen.
“Sedangkan lulusan SD ke bawah menjadi yang terendah dengan 2,41 persen. Untuk lulusan universitas, TPT tercatat sebesar 5,23 persen,” katanya.
Adapun penduduk usia kerja (PUK) di Jawa Tengah pada Agustus 2025 mencapai 30,04 juta orang, meningkat 325 ribu orang dibandingkan tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, 22,34 juta orang merupakan angkatan kerja, naik 427 ribu orang, sementara bukan angkatan kerja menurun menjadi 7,7 juta orang.
Dari total angkatan kerja, 21,3 juta orang telah bekerja, meningkat 434 ribu orang dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, jumlah pengangguran mencapai 1,04 juta orang, turun 7 ribu orang dibandingkan 2024.
“Sepanjang periode Agustus 2024 hingga Agustus 2025, terdapat penyerapan tenaga kerja sebanyak 434 ribu orang. Ini menunjukkan kondisi ketenagakerjaan di Jawa Tengah terus membaik,” pungkas Endang.
Jurnalis: Rizky Syahrul
Editor: Sekar S













