Kuningan, Lingkar.news – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menyalurkan bantuan modal usaha senilai Rp50 juta untuk mengembangkan usaha batik ciprat milik penyandang disabilitas mental di Yayasan Antara Graha Berdaya, Desa Tambakbaya, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari Program Kelompok Disabilitas Berdaya yang bertujuan melatih kemandirian serta memulihkan kondisi mental peserta melalui kegiatan produksi batik ciprat. Pelatihan keterampilan ini menjadi langkah strategis Baznas dalam mengoptimalkan pemanfaatan dana zakat agar tidak sekadar bersifat konsumtif, melainkan mampu menciptakan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi bagi mustahik dalam jangka panjang.
Pimpinan Baznas RI Bidang Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah, Saidah Sakwan, mengatakan bahwa pelatihan keterampilan dan pengembangan usaha produktif adalah wujud nyata pemanfaatan zakat yang berdampak luas bagi kesejahteraan jangka panjang.
Menurut Saidah, pendampingan yang tepat menjadi kunci agar para peserta dapat hidup lebih mandiri ke depannya. Selain itu, ia berharap sinergi antara pemerintah, Baznas, dan masyarakat terus diperkuat agar program pemberdayaan bagi kelompok rentan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Kami mengapresiasi dedikasi Yayasan Antara Graha Berdaya. Ke depan, insya Allah akan ada program-program lanjutan dari Baznas yang diintegrasikan untuk memperkuat Kelompok Disabilitas Berdaya di sini agar keberlanjutan ekonomi mereka tetap terjaga, ujar Saidah Sakwan, Rabu (8/7/2026).
Kepala Desa Tambakbaya, Lukman Mulyadi, menyatakan bahwa dukungan Baznas memberikan dampak positif tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga berpengaruh pada kondisi psikologis warga binaan yayasan.
Kami sangat berterima kasih kepada Baznas RI dan Baznas Kabupaten Kuningan atas kepedulian nyata melalui bantuan modal usaha ini. Ini membuktikan bahwa kelompok disabilitas juga mampu berdaya jika diberikan kesempatan, ucap Lukman Mulyadi.
Pewarta: Rara
Editor: Saiful Muhlis













