JAKARTA, Lingkar.news – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengungkapkan sebanyak 15 warga sipil meninggal dunia akibat aksi baku tembak antara aparat dan Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat (TNPPB) di Kampung Kembru, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (14/4/2026) dan menjadi perhatian serius Kementerian HAM karena menimbulkan korban dari kalangan masyarakat sipil.
“Sebanyak 15 orang meninggal dunia (dalam) serangan di Kembru tersebut,” kata Pigai saat jumpa pers di kantor Kementerian HAM, Kuningan, Jakarta Pusat, Senin (20/4/2026).
Menurut Pigai, data jumlah korban tewas diperoleh dari berbagai sumber, mulai dari pemerintah daerah, warga setempat, hingga korban luka akibat insiden baku tembak tersebut.
Selain korban meninggal dunia, Kementerian HAM juga mencatat terdapat tujuh orang yang mengalami luka-luka akibat peristiwa itu.
Pigai menegaskan bahwa kasus ini telah menjadi atensi khusus Kementerian HAM karena menyangkut keselamatan masyarakat sipil di wilayah konflik.
Karena itu, pihaknya mendorong agar kasus tersebut dapat diungkap sehingga masyarakat bisa mengetahui siapa pelaku penembakan dan apa motifnya.
Salah satu upaya yang dilakukan Pigai dan Kementerian HAM yakni mengambil alih penanganan kasus ini. Langkah ini dilakukan agar pemerintah bisa menelusuri kasus ini dengan transparan dan adil, serta mengungkap hasilnya kepada publik.
“Lebih baik Kementerian HAM mendahului cek data fakta informasi itu jauh lebih bagus,” jelas Pigai.
Ia menilai masyarakat setempat sebenarnya sudah mengetahui siapa pelaku penembakan karena insiden terjadi pada siang hari dan berlangsung di tengah lingkungan warga.
Pigai meminta pihak yang merasa bertanggung jawab atas peristiwa tersebut untuk mengakui perbuatannya dan menjalani proses hukum demi terciptanya keadilan di Papua.
“Peristiwa itu terjadi siang hari pelakunya sudah tahu. Itu tidak bisa diperdebatkan. Pelakunya rakyat sudah tahu, mereka yang menjadi korban tahu, mereka yang ada di masyarakat lokasi tempat juga sudah tahu. Ya sekarang silakan, jangan sembunyikan, harus dibuka,” tandas Pigai.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki













