BINTAN, Lingkar.news – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), menyiapkan layanan home care atau perawatan di rumah selama 21 hari bagi jemaah haji Bintan yang baru pulang dari Tanah Suci.
Bupati Bintan Roby Kurniawan mengatakan pihaknya telah mengarahkan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk memantau dan memberikan tindakan jika terdapat keluhan atau gangguan kesehatan jemaah haji pascakepulangan.
“Layanan ini akan berlangsung hingga tiga pekan (21 hari) ke depan guna memastikan kondisi jemaah agar tetap fit dan bugar,” ujar Roby, Selasa (2/6/2026).
Roby menambahkan petugas kesehatan siap siaga menangani keluhan jemaah, seperti demam atau gejala lainnya. Jemaah yang membutuhkan layanan medis dapat langsung menghubungi petugas hajinya.
“Selanjutnya, petugas haji akan menghubungi puskesmas dan tim medis untuk berkunjung ke rumah yang bersangkutan,” kata Bupati Bintan.
Kepala Dinkes Bintan, Retno Riswati, mengimbau seluruh jemaah haji yang mengalami gangguan kesehatan setelah pulang dari Tanah Suci segera menghubungi petugas.
Hal ini karena perbedaan iklim yang mengharuskan tubuh beradaptasi, yang dapat menimbulkan batuk, pilek, demam, hingga sakit kepala.
Menurut Retno, tubuh jemaah haji biasanya masih menyesuaikan diri dengan iklim di Indonesia. Oleh karena itu, jemaah disarankan memperbanyak minum air, konsumsi buah dan sayur, serta cukup istirahat setelah perjalanan panjang dari Tanah Suci.
Bupati Bintan secara resmi menyambut kepulangan jemaah haji Bintan bersama jemaah haji kabupaten/kota lain yang tergabung dalam Kloter 1 Embarkasi Batam.
Penyambutan digelar di Aula Arafah I Asrama Haji Kota Batam, Senin (1/6/2026) sekitar pukul 18.45 WIB, setibanya seluruh rombongan usai mendarat di Bandara Internasional Hang Nadim Batam.
Jemaah haji Kloter 1 Embarkasi Batam tahun ini berjumlah 445 orang, terdiri atas 44 jemaah dari Kabupaten Bintan, 27 dari Kabupaten Lingga, 145 dari Kota Tanjungpinang, dan 225 dari Kota Batam, ditambah 4 petugas kloter.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki













