SERANG, Lingkar.news – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, Provinsi Banten, mencatat adanya kenaikan kuota penerima bantuan pangan hingga tiga kali lipat pada tahun ini untuk meringankan beban masyarakat, khususnya para petani yang terdampak bencana gagal panen atau puso.
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengatakan bahwa penambahan alokasi cadangan pangan dari pemerintah pusat tersebut merupakan intervensi yang sangat krusial dan bermanfaat bagi keberlangsungan hidup warga di tengah krisis pertanian.
“Kami meyakini apa yang diberikan oleh pemerintah pusat ini sangat bermanfaat bagi warga. Apalagi seluas 833 hektare sawah kita kemarin baru saja mengalami puso atau gagal panen,” kata Bupati yang akrab disapa Zakiyah, Rabu (20/5/2026).
Ia menjelaskan berkat persetujuan dari Presiden RI, Menko Bidang Pangan, serta Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), alokasi bantuan untuk Kabupaten Serang melonjak drastis.
Jika pada 2025 tercatat sekitar 65.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), tahun ini jumlahnya bertambah menjadi lebih dari 199.000 KPM.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang Suhardjo mengonfirmasi bahwa penambahan kuota 199.467 KPM tersebut merupakan hasil negosiasi Bupati Serang dengan pemerintah pusat menyusul terjadinya rentetan bencana hidrometeorologi.
Sebagai langkah nyata, Pemkab Serang langsung mendistribusikan bantuan secara simbolis di Kantor Desa Mangkunegara, Kecamatan Bojonegara. Di wilayah tersebut, pemerintah menyalurkan 89 ton beras dan 17.984 liter minyak goreng untuk 4.462 warga desil 1 hingga 5 yang tersebar di 11 desa.
Terkait penyaluran yang baru bisa terealisasi saat ini, Suhardjo menjelaskan bahwa pendistribusian sedianya dijadwalkan pada Maret lalu.
“Namun, karena ada kendala akibat perang di Timur Tengah, harga biji plastik melonjak. Sehingga, pemenang tender plastiknya (untuk kemasan minyak goreng) sempat mengundurkan diri dan membuat jadwal sedikit tertunda,” pungkas Suhardjo.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki













