TANGERANG, Lingkar.news – Cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan atap atau plafon ambruk di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, hingga menimpa fasilitas layanan penumpang.
Insiden tersebut terjadi di Gate 7 area keberangkatan dan sempat terekam dalam video berdurasi 17 detik yang diambil oleh salah satu penumpang pada Senin (6/4/2026).
Dalam rekaman itu terlihat kebocoran dari bagian atap yang makin membesar sebelum akhirnya plafon jebol dan air tumpah ke area ruang tunggu.
Seorang penumpang tujuan Singapura mengungkapkan bahwa peristiwa terjadi sekitar pukul 13.40 WIB saat banyak penumpang tengah menunggu proses boarding.
“Kejadian di gate 7, sekitar pukul 13.40 WIB. Lumayan banyak orang, alhamdulillah masih sempat pada lari,” ujarnya saat dikonfirmasi di Tangerang.
Ia menuturkan, kondisi sempat membuat panik karena air tiba-tiba jatuh dari plafon saat penumpang sedang menunggu keberangkatan.
“Barusan, kebetulan mau boarding ke Singapura pas nunggu di gate 7,” katanya.
Menanggapi kejadian tersebut, PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Soekarno-Hatta membenarkan adanya insiden ambruknya atap di Terminal 3.
Assistant Deputy Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, Yudistiawan, menyebut gangguan pada atap hanya berlangsung singkat.
“Kondisi gangguan di satu titik atap tersebut berlangsung kurang lebih selama lima menit,” ujarnya.
Ia mengatakan petugas bandara langsung melakukan penanganan cepat, termasuk pembersihan dan pembatasan area terdampak agar operasional penerbangan tetap berjalan normal.
“Petugas operasional bandara langsung melakukan penanganan, termasuk pembersihan dan pembatasan area terdampak, sehingga kondisi dapat segera dikendalikan,” jelasnya.
Yudistiawan menambahkan, pengawasan fasilitas bandara dilakukan selama 24 jam. Jika terdeteksi potensi gangguan, area terkait akan segera disterilisasi untuk menjaga keselamatan penumpang dan pekerja.
Sebagai langkah antisipasi, pengguna jasa bandara diimbau untuk memantau informasi jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai maupun layar informasi di bandara, serta datang lebih awal guna mengantisipasi kemungkinan penyesuaian jadwal akibat kondisi cuaca.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki













