JAKARTA, Lingkar.news – Dari sekian banyak platform baca dan menulis, KBM App merupakan salah satu aplikasi yang menaungi banyak komunitas kepenulisan di Indonesia. Penulis KBM pun telah banyak menghasilkan karya yang beberapa diantaranya diangkat menjadi film.
Pada Minggu, 11 Mei 2025, CEO KBM App, Isa Alamsyah, menggelar acara Kopdar Nasional KBM App di Perpustakaan Nasional, Jakarta yang mempertemukan para penulis lintas daerah, dari penulis baru hingga penulis ternama.
Isa menjelaskan awal mula KBM Aplikasi terbentuk dari komunitas penulis yang terbentuk secara online yang kemudian berkarya secara online, di Facebook pada awalnya. Namun lantaran karena terkadang aplikasi tersebut menghapus tulisan secara sepihak akhirnya dibuatlan aplikasi yang berdiri sendiri, terpisah dari media sosial.
“Nah hari ini penulisnya ngumpul semua di sini, dari penulis yang baru mulai belajar sampai penulis yang sudah berpenghasilan miliaran,” jelasnya saat diwawancara.
Isa menjelaskan KBM App menjadi sarana menulis yang memberikan keuntungan bagi penggunanya, karena ada sistem bagi hasil dengan penulis. Dia menyebut penghasil tertinggi dari menulis KBM App ini bisa sampai Rp3 miliar.
“Dari share itu kalau orang baca tertarik kalau di awalnya dikasih gratis, pas sudah bab 10-11 harus berbayar. Nah, penulis dapat dari situ. Kelihatannya kecil tapi kalaubabnya banyak yang baca, banyak hasilnya, bisa miliaran,” jelasnya.
Dia mengatakan semua orang bisa memanfaatkan dan bergabung menjadi penulis di KBM App. Selain itu ia juga menekankan bahwa menulis di KBM juga melatih penulis menjadi entrepreneur.
“Pokoknya penulis itu harus menjadi entrepreneur sendiri, dia menjadi pengusaha di bidang kepenulisan, berarti dia harus tahu tulisan yang bagus bagaimana, penulisan yang diminati masyarakat gimana, gimana supaya tulisannya dibeli, terjual,” ucapnya.
Pihaknya menegaskan untuk menjadi penulis yang bisa memenuhi hal tersebut maka butuh dilatih. Nah, melalui kegiatan kopdar alias kopi darat ini dipertemukanlah para penulis untuk saling berbagi tips dan menginspirasi penulis lain untuk menghasilkan karya. Sebab kopdar ini mengajak pembicara yang merupakan penulis dengan pencapaian tinggi.
“Tujuannya menginspirasi penulis lain untuk bisa seperti mereka. Kalau orang yang bisa menghasilkan Rp3 miliar ngomong bahwa dari menulis bisa dapat Rp500 juta, dapat Rp2 miliar, nah, yang lain kan terinspirasi mau juga berpenghasilan kayak gitu. Impact-nya ke penulis juga,” bebernya.
Waspada! ini 10 pekerjaan yang akan digantikan AI, begini langkah antisipasinya
Walaupun menyediakan platform menulis bebas tanpa editor, KBM App juga memiliki program BDB atau Belajar dari Bintang setiap hari Rabu. Program tersebut menjadi sarana bagi para penulis untuk saling belajar seputar kepenulisan.
“Gimana sukses nulis di KBM App itu ya judul-judul yang menggoda, menarik perhatian, opening yang menggebrak, ending yang bikin penasaran,” katanya.
Selain itu dia menyebutkan ada kelebihan KBM App yang tidak dimiliki buku konvensional, namun sekaligus menjadi tantangan bagi penulisnya.
“Kalau buku konvensional kita bayar lunas untuk membaca semua bab. Kalau di aplikasi kalau enggak suka, bisa berhenti dan enggak perlu bayar. Ini yang jadi tantangan penulisnya untuk membuat tulisan yang mendorong pembaca untuk membuka setiap babnya,” bebernya.
Salah satu penulis besar yang hadir pada acara kopdar penulis KBM App ini adalah, Asma Nadia. Pada kesempatan itu penulis perempuan tersebut memperkenalkan karyanya Sebelum Aku Tiada: Surat-Surat dari Gaza yang berhasil diangkat ke layar lebar.
Novel tersebut mengangkat cerita dari sisi kemanusiaan yang terjadi di Gaza, Palestina berdasarkan tokoh dan peristiwa yang terjadi di sana. Dia menyebut keuntungan dari buku dan film tersebut didonasikan untuk warga Palestina.
Jurnalis: Nailin RA
Editor: Ulfa Puspa













