JEMBER, Lingkar.news – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui program unggulan Beasiswa Cinta Bergema.
Mewakili Bupati Jember Gus Fawait, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Arief Tyahyono memaparkan evaluasi pelaksanaan program beasiswa pada 2025 sekaligus proyeksi pelaksanaannya untuk anggaran 2026.
Arief menjelaskan, Beasiswa Cinta Bergema dirancang dengan prinsip transparan dan akuntabel serta memastikan tidak terjadi tumpang tindih anggaran.
“Pada 2025, total pendaftar awal mencapai 17.351 orang. Pendaftar ini tersebar di 103 perguruan tinggi, terdiri dari 20 kampus di Jember, 79 kampus di luar Jember, dan 4 kampus luar negeri,” ungkap Arief.
Setelah melalui proses verifikasi lanjutan, sebanyak 1.359 peserta dinyatakan gugur. Sementara itu, sebanyak 7.161 mahasiswa dinyatakan lolos seleksi final.
“Dari 7.161 mahasiswa yang lolos tahap akhir, sebanyak 124 kasus ditahan pencairannya. Sehingga, total penerima yang dananya direalisasikan pencairannya berjumlah 7.037 mahasiswa,” jelasnya.
Total realisasi pencairan anggaran Beasiswa Cinta Bergema 2025 mencapai Rp31,99 miliar.
Memasuki 2026, Pemkab Jember kembali melakukan verifikasi dan validasi (verval) terhadap basis data 7.037 penerima beasiswa tahun sebelumnya.
“Hasil Verval Tahap I, ada sebanyak 6.562 mahasiswa dinyatakan tetap memenuhi syarat, dipertahankan dan dicairkan. Sementara 475 mahasiswa dinyatakan gugur,” kata Arief.
Pada tahap pertama 2026, realisasi anggaran pencairan mencapai Rp25 miliar. Sementara pencairan tahap kedua mencapai Rp18,9 miliar.
Di sisi lain, minat masyarakat terhadap program Beasiswa Cinta Bergema tetap tinggi. Pada 2026, jumlah pendaftar baru mencapai 11.469 orang.
“Pendaftar ini mencakup 136 perguruan tinggi, terdiri dari 22 perguruan tinggi di Jember, 113 perguruan tinggi di luar Jember, dan satu perguruan tinggi luar negeri, yaitu Al-Azhar Mesir,” terang Arief.
Untuk angkatan 2026, Pemkab Jember menyediakan kuota sebanyak 4.200 penerima dengan rencana anggaran Rp15,3 miliar.
Arief menegaskan, dukungan anggaran yang telah digelontorkan Pemkab Jember menjadi bukti komitmen pemerintahan Bupati Gus Fawait dalam menjamin keberlanjutan pendidikan tinggi bagi generasi muda Jember.
Jika dihitung dari realisasi 2025 hingga pelaksanaan program pada 2026, penerima manfaat Beasiswa Cinta Bergema telah mencapai 11.237 mahasiswa.
“Program unggulan Beasiswa Cinta Bergema telah menunjukkan progres signifikan. Hingga kurun waktu 2025–2026, penerima manfaat bantuan pendidikan ini sudah menembus angka 11.237 mahasiswa,” ujarnya.
Jumlah tersebut telah melampaui separuh target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jember, yakni sebanyak 20 ribu penerima manfaat.
Namun, Arief menegaskan bahwa upaya Pemkab Jember meningkatkan kualitas pendidikan tidak hanya berfokus pada jenjang perguruan tinggi. Perbaikan sarana dan prasarana pendidikan dasar dan menengah juga menjadi prioritas.
Sepanjang 2025, sebanyak 124 satuan pendidikan di Jember telah rampung menjalani proses revitalisasi.
Penguatan fasilitas pendidikan tersebut berlanjut pada 2026. Sebanyak 256 lembaga pendidikan telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Menurut Arief, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemkab Jember untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, aman, dan kondusif bagi siswa.
“Pendidikan bukan sekadar membantu anak-anak untuk bisa melanjutkan kuliah, melainkan juga memastikan mereka dapat mengenyam ilmu di lingkungan belajar yang jauh lebih baik. Kami ingin anak-anak Jember terus melangkah lebih jauh dan meraih masa depan mereka,” tegasnya.
Jurnalis: Agung
Editor: Basuki













