JEMBER, Lingkar.news – Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan Jember menjalin kemitraan strategis dengan Regional 5 PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I untuk memaksimalkan potensi lahan seluas 3.800 hektare yang dikelola PDP Kahyangan.
Langkah kolaborasi antara BUMD dan BUMN ini difokuskan pada perluasan komoditas tebu, akses pasar ekspor, hingga tata kelola perusahaan yang lebih modern.
Direktur Utama PDP Kahyangan Jember, Gogot Cahyo Baskoro, menyampaikan bahwa pertemuan bersama PTPN I Regional 5 dan Komisi C DPRD Jember telah menghasilkan kesepakatan positif. Terutama dalam hal transfer ilmu manajemen perkebunan.
“PDP Kahyangan berencana memperluas area tanam tebu yang saat ini baru berkisar 80 hektare. Yakni, dengan memanfaatkan keahlian PTPN yang sudah berpengalaman di bidang tersebut,” katanya.
Selain itu, PTPN juga akan membuka akses jejaring pembeli (buyer) internasional. Langkah inii bertujuan agar komoditas unggulan PDP Kahyangan dapat dijual ke pasar ekspor dengan harga yang lebih kompetitif.
“Kedua belah pihak menyepakati sistem pengamanan terpadu untuk areal perkebunan yang berbatasan langsung seperti di Kebun Sumber Pandan (Kecamatan Sumberbaru) dan Kebun Sumber Tenggulun (Kecamatan Tanggul),” papar Gogot.
Selain memperkuat komoditas utama seperti karet dan kopi yang harganya sedang positif, PDP Kahyangan juga mulai menjajaki budidaya kayu gaharu serta peremajaan tanaman kopi.
Selain mengejar profitabilitas dan kesehatan finansial perusahaan, optimalisasi ribuan hektare aset lahan ini juga mengemban misi sosial. PDP Kahyangan berkomitmen mendukung program pengentasan kemiskinan di sekitar kawasan perkebunan serta meningkatkan kesejahteraan para karyawannya.
Jurnalis: Agung
Editor: Basuki













