JEMBER, Lingkar.news – Pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Jember terus diperluas hingga menyentuh warga yang memiliki keterbatasan untuk mengakses fasilitas kesehatan.
Melalui program Homecare, Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kabupaten Jember bersama tenaga medis mendatangi langsung rumah warga yang membutuhkan perhatian khusus.
Program tersebut dijalankan sebagai bagian dari kolaborasi lintas sektor menyusul instruksi Bupati Jember. Salah satu pelaksanaannya berlangsung di Desa Pringgondani, Kecamatan Sumberjambe, Senin (24/8/2026).
“Kunjungan ini bentuk nyata upaya pemerintah memperkuat jangkauan layanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang masuk kelompok rentan dan membutuhkan pemantauan medis secara intensif,” kata Ketua TP PKK Kabupaten Jember Ning Ghyta Eka Puspita.
Dalam kegiatan itu, pengurus TP PKK mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten turun bersama tim medis Puskesmas untuk melihat langsung kondisi warga.
Salah satu sasaran Homecare adalah Musrifah (40), warga Dusun Taman Burnih yang tengah menjalani kehamilan berisiko tinggi dengan usia kandungan memasuki 31 minggu.
Kunjungan dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan ibu dan janin terus terpantau serta kebutuhan medis selama masa kehamilan dapat ditangani dengan baik.
Selain ibu hamil, tim juga menyambangi Narmo (85), warga Dusun Taman Burnih yang mengalami kelumpuhan selama lima tahun setelah mengalami kecelakaan.
Kondisi tersebut membuat Narmo membutuhkan perhatian lebih dalam pemenuhan kebutuhan perawatan dasar sebagai lansia sekaligus penyandang disabilitas.
Ning Ghyta menegaskan TP PKK Jember akan terus menjadi bagian dari sistem pendukung pemerintah daerah dalam memperluas pelayanan kesehatan masyarakat.
Menurutnya, pendampingan melalui Homecare tidak berhenti pada kunjungan sesaat. Koordinasi dengan Puskesmas akan terus dilakukan untuk memastikan warga yang masuk kelompok rentan mendapatkan pemantauan secara berkelanjutan.
“Skema pendampingan ini dipastikan tidak bersifat sementara, melainkan berkelanjutan secara konsisten,” ujar Ning Ghyta.
Ke depan, koordinasi antara TP PKK dan jajaran Puskesmas akan diperkuat, terutama untuk mengawal kondisi ibu hamil risiko tinggi dan melakukan langkah pencegahan stunting pada balita.
Jurnalis: Agung
Editor: Basuki













