Sigi, Lingkar.news – Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mencatat puluhan hektare lahan tanaman padi sawah di daerah tersebut terdampak kekeringan akibat cuaca panas ekstrem dampak dari fenomena El Nino.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Sigi, Afit Lamakarate, pada Senin (24/8/2026) mengatakan bahwa berdasarkan laporan terbaru, data yang masuk dari Kecamatan Sigi Kota menunjukkan 30 hingga 40 hektare lahan padi sawah milik masyarakat terdampak kekeringan.
Afit menjelaskan bahwa sebagian besar wilayah pertanian yang paling terdampak berada di luar cakupan Irigasi Gumbasa. Lahan-lahan ini umumnya bergantung pada sungai-sungai pendukung tanpa sistem irigasi teknis, seperti Sungai Wuno.
Menurutnya, debit air Sungai Wuno mengalami penurunan signifikan, sehingga mengancam potensi gagal panen pada tanaman padi di sejumlah wilayah seperti Desa Oloboju, Desa Bora, dan sebagian Desa Watunonju.
Afit menambahkan, faktor penyebab lainnya adalah karakteristik tanah di wilayah Sigi yang mayoritas bertipe aluvial.
Karakter tanah ini sangat mudah menyerap air saat hujan, namun di sisi lain air sangat cepat menguap dan meresap habis ketika terjadi panas terik matahari yang ekstrem seperti saat ini.
Pemerintah daerah berupaya mengatasi dampak kekeringan dengan membangun irigasi perpipaan melalui usulan kepada Kementerian Pertanian dan Balai Wilayah Sungai Sulawesi III.
Sudah ada sekitar 80 titik disetujui untuk pembangunan irigasi perpipaan tahun ini dan dilanjutkan tahun 2027.
Afit meminta seluruh petugas lapangan, termasuk Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di setiap wilayah, untuk segera melaporkan dan memperbarui data luasan lahan pertanian yang terdampak.
Untuk wilayah 15 kecamatan lainnya belum masuk laporan detailnya dan melalui update data ini guna memastikan langkah penanganan tepat sasaran.
Pewarta: Abdul Rahman, SP
Editor: Saiful Muhlis













