Serang (LINGKAR.NEWS) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten mempercepat perbaikan empat ruas jalan provinsi. Langkah ini diambil untuk memastikan kesiapan infrastruktur, khususnya akses utama menuju kawasan wisata Anyer, Carita, dan Sawarna, dalam menghadapi libur panjang akhir tahun.
Kepala Dinas PUPR Banten, Arlan Marzan, menjelaskan bahwa sejumlah ruas jalan yang menghubungkan pusat pergerakan masyarakat ke destinasi pantai kini dikejar progres perbaikannya.
“Kalau yang menjadi kewenangan provinsi ini ada empat ruas yang layaknya dengan wisata ya, mulai dari yang pendukung ke Anyer ada dua, dari Pakupatan–Palima–Cinangka sama Simpang Taktakan–Gunung Sari–Anyer,” ujar Arlan di Kota Serang, Senin (01/12/2025).
Ia menambahkan, dua ruas lain yang menuju Pantai Carita juga tengah dikebut.
“Kemudian ke Pantai Carita yang mengenai Mandalawangi–Caringin sama ke Sawarna–Saketi–Malimping, nah itu sedang kita kejar sekarang progresnya untuk perbaikan,” kata Arlan.
Total panjang perbaikan jalan tersebut mencapai lebih dari 100 kilometer.
“Target kita sih H-10 lah harus sudah dalam kondisi baik. Teman-teman sudah berjalan dari kemarin karena ini kan rutin tiap tahun kita mempersiapkan aksesoris Natal-Tahun Baru),” jelasnya.
Selain infrastruktur jalan, mitigasi bencana juga telah disiapkan mengingat adanya sejumlah wilayah yang rawan banjir dan longsor di Banten.
“Kalau yang rawan bencana kita sudah buat koordinasi dengan BPBD juga, termasuk kita juga menyiapkan posko siaga, termasuk alat berat dan personel,” tutur Arlan.
Arlan menyampaikan bahwa tahun ini jumlah posko siaga ditambah.
“Sebelumnya kita empat posko, nah sekarang dapat masukan dari Pak Sekda menambah posko di Malimping. Jadi nanti kita akan buat lima posko,” katanya.
Sebanyak 760 personel dan lebih dari 120 unit alat pendukung akan disiagakan. Posko-posko ini akan tersebar di Tangerang, Serang, Pandeglang, Cikoneng, Rangkasbitung, dan tambahan di Malimping.
Sejumlah titik rawan longsor dan banjir menjadi perhatian khusus.
“Yang rawan bencana itu kan daerah perbukitan, biasanya mungkin nanti yang di Bayah–Cikotok–Batas Jabar (Jawa Barat), Saketi, Malimping juga termasuk salah satu yang punya risiko, termasuk yang akses ke Gunung Luhur Citorek,” papar Arlan.
Meskipun masih terdapat titik berlubang, Arlan menyebut kondisi jalan provinsi secara keseluruhan relatif baik.
“Kalau jumlah jalan yang berlubang, hampir semua jalan pasti ada lubang ya, tapi kita kondisi mantap sudah 94 persen. Mudah-mudahan target tahun ini, nanti akhir tahun 2025 kita naik satu persen sekian jadi 95 persen sekian lah sudah dalam kondisi mantap,” pungkasnya. (anta/red)












