LOMBOK TIMUR, LINGKAR.NEWS – Penjabat (Pj) Kepala Desa Loyok, Lalu Bahiddin, S.Sos., resmi melantik empat petugas pengatur pengairan atau Pekasih untuk masa jabatan 2026-2031. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Aula Kantor Desa Loyok, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, pada Senin (6/7/2026).
Pelantikan ini merupakan tindak lanjut dari proses pemilihan yang telah dilaksanakan pada 24 Juni 2026 lalu untuk empat wilayah kesubakan, yakni Kesambik Mate, Bangka I, Bangka II, dan Temiling. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Sikur, perwakilan UPT Pertanian Kecamatan Sikur, jajaran perangkat desa, serta perwakilan kelompok tani setempat.
Ketua Panitia Pemilihan Pekasih, M. Isnaini, M.AP., menjelaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara demokratis. Namun, karena tiga wilayah kesubakan hanya memiliki satu pendaftar meski masa pendaftaran telah diperpanjang, maka pemilihan secara langsung hanya dilakukan di wilayah Kesubakan Kesambik Mate.
“Kami sudah memperpanjang masa pendaftaran, akan tetapi sampai hari penutupan, tiga wilayah kesubakan tersebut masing-masing hanya diisi oleh satu pendaftar saja. Sehingga, panitia hanya melakukan pemilihan secara langsung di wilayah Kesubakan Kesambik Mate,” ujar Isnaini. Hasil penghitungan suara di wilayah tersebut menetapkan H. Ruslan sebagai peraih suara terbanyak, sekaligus mengukuhkannya kembali sebagai petahana.
Dalam sambutannya, Pj Kepala Desa Loyok, Lalu Bahiddin, menekankan pentingnya peran Pekasih dalam menjaga stabilitas sektor pertanian yang menjadi mata pencaharian utama warga desa. Ia meminta para petugas yang baru dilantik untuk segera melakukan pemetaan pola distribusi air, terutama menjelang musim kemarau.
“Selamat atas dilantiknya saudara-saudara sekalian. Jaga kepercayaan masyarakat dan layani petani kita dengan sepenuh hati. Tanggung jawab saudara sangat besar karena produktivitas hasil tani sangat bergantung pada distribusi air yang merata,” tegas Lalu Bahiddin.
Lebih lanjut, ia menginstruksikan agar para Pekasih aktif membangun komunikasi dengan para petani melalui musyawarah rutin. Hal ini dinilai krusial untuk mencapai mufakat dalam pengelolaan air, sehingga ketahanan pangan di Desa Loyok dapat terus terjaga dan kesejahteraan petani meningkat.
Penulis : Al Mawardi – Lokasi Desa Loyok, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur.












