PACAREJO, LINGKAR.NEWS – Pemerintah Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul, menggelar Musyawarah Kalurahan (Muskal) pada Kamis (27/8/2026) untuk menentukan arah pembangunan jangka menengah hingga 2029 sekaligus menyusun prioritas kegiatan tahun 2027.
Forum yang berlangsung di Balai Kalurahan Pacarejo ini menjadi langkah strategis untuk melakukan review perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kalurahan (RPJMKal) 2022–2029 di tengah tantangan keterbatasan anggaran.
Musyawarah yang dipimpin oleh Ketua Badan Permusyawaratan Kalurahan (Bamuskal) Pacarejo, Sukimin, ini dihadiri oleh unsur Pemerintah Kalurahan, Kapanewon Semanu, Puskesmas II Semanu, lembaga kemasyarakatan, serta tokoh masyarakat.
Fokus utama kegiatan adalah memastikan setiap usulan pembangunan memiliki dampak nyata bagi masyarakat dan selaras dengan visi "Mewujudkan Pacarejo yang Berkemajuan".
Lurah Pacarejo, Suhadi, S.A.P., menegaskan bahwa perubahan RPJMKal bukan berarti memulai pembangunan dari nol, melainkan memperbarui dan melanjutkan program yang relevan dengan kondisi terkini.
"Visi kita tetap yaitu Mewujudkan Pacarejo yang Berkemajuan. Ini bukan hanya tentang membangun fisik, tetapi bagaimana masyarakat menjadi semakin mandiri, sejahtera, tetap berbudaya, dan pembangunan yang dilakukan dapat berlangsung secara berkelanjutan," ujar Suhadi dalam paparannya.
Dalam forum tersebut, arah pembangunan dikelompokkan ke dalam enam prioritas utama, yakni tata kelola pemerintahan, SDM dan layanan dasar, ketahanan pangan dan air, penguatan ekonomi lokal, pelestarian budaya, serta pembangunan infrastruktur dan lingkungan.
Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Gunungkidul, Slamet, S.Pd., S.H., menekankan pentingnya efisiensi dalam perencanaan. Ia mengingatkan bahwa keterbatasan dana transfer dari pemerintah pusat harus dijadikan momentum untuk memperbaiki budaya pengelolaan pemerintahan.
"Kita tidak sedang sekadar membicarakan daftar usulan. Yang jauh lebih penting adalah menentukan masalah apa yang harus diselesaikan, siapa yang harus dilindungi, dan potensi apa yang harus dikembangkan. Kita harus cermat menentukan prioritas agar setiap rupiah memberikan manfaat maksimal," tegas Slamet.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Bamuskal Pacarejo, Sukimin, menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak boleh diukur dari banyaknya jumlah kegiatan.
"Janganlah kita mengukur keberhasilan pembangunan hanya dari berapa banyak kegiatan yang terlaksana, tetapi hendaknya pembangunan ini dapat memastikan berapa banyak masalah masyarakat yang berhasil diselesaikan dan seberapa besar perubahan yang dirasakan warga menjadi lebih baik," pungkasnya.
Kegiatan ini diakhiri dengan kesepakatan untuk menyelaraskan usulan masyarakat dengan kemampuan fiskal kalurahan, serta mendorong sinergi dengan program di tingkat kapanewon hingga kabupaten agar pembangunan di Pacarejo tetap berjalan efektif dan tepat sasaran.
Penulis : Slamet Nursanto / TAPM Kabupaten Gunungkidul – Lokasi : (Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul)












